Telegram Tawarkan Fitur Mirip Clubhouse dengan Voice Chat 2.0

Oleh Agustinus Mario Damar pada 22 Mar 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 22 Mar 2021, 09:30 WIB
Logo Aplikasi Telegram
Perbesar
Logo Aplikasi Telegram

Liputan6.com, Jakarta - Telegram akhirnya menggulirkan pembaruan untuk fitur di dalam aplikasinya yang disebut-sebut mirip dengan Clubhouse. Lewat pembaruan ini, kemampuan fitur bernama Voice Chat kini ditingkatkan.

Dikutip dari XDA Developers, Senin (22/3/2021), salah satu pembaruan dalam fitur Voice Chat 2.0 adalah admin channel atau grup di Telegram kini bisa menjadi host dalam sebuah perbincangan.

Untuk melakukannya, mereka tinggal membuat profil dari grup atau channel di mana dirinya menjadi admin. Setelah itu, tinggal klik ikon menu tiga titik di Telegram dan pilih opsi 'Start Voice Chat'.

Tidak hanya itu, pembaruan ini juga memungkinkan admin channel atau grup Telegram merekam percakapan yang terjadi selama sesi Voice Chat.

Dengan cara ini, mereka dapat menyimpan dan mempublikasikannya kembali ke anggota grup yang tidak dapat bergabung. Nantinya, rekaman dari sesi Voice Chat akan tersedia bersama dengan Saved Messages di Telegram. 

Lewat pembaruan ini, kemampuan Raise Hand turut diperbarui. Melalui update ini, admin lebih dimundahkan untuk memberikan respons saat seseorang mengangkat tangan dalam sebuah sesi. 

Telegram juga kini memungkinkan admin berbagi tautan dari sesi Voice Chat yang dibuatnya. Dia juga dapat mengatur link yang ditujukan masing-masing untuk pembicara dan pendengar saja.

Admin dapat pula membuat judul di sebuah sesi, sehingga orang lain dapat mengetahui topik pembahasan. Terakhir, pengguna dapat memilih untuk menggunakan akun pribadi atau channel saat bergabung dalam Voice Chat.

2 dari 3 halaman

Twitter Spaces Pesaing Clubhouse Hadir di Android

Twitter Spaces. Dok: Twitter/@TwitterSpaces
Perbesar
Twitter Spaces. Dok: Twitter/@TwitterSpaces

Selain Telegram, Twitter juga diketahui memiliki fitur serupa Clubhouse yang diberi nama Spaces. Dan beberapa minggu lalu, Twitter membuka akses fitur ini untuk pengguna Android. 

Sebelumnya, fitur ini hanya terbuka untuk pengguna tertentu di iOS setelah peluncuran versi beta pada akhir Desember 2020.

Twitter mengatakan bahwa pengguna Android hanya akan dapat bergabung dan berbicara di Spaces untuk saat ini, tetapi belum bisa membuat chat rooms sendiri.

"Pengguna Android, mulai hari ini kamu dapat bergabung dan berbicara di Spaces. Anda segera dapat membuat obrolan sendiri, tetapi kami masih mengerjakan beberapa hal," tulis perusahaan di Twitter.

Patut diakui, Twitter bekerja dengan cepat untuk melakukan iterasi di Twitter Spaces dalam beberapa bulan sejak debut beta-nya, dan cukup transparan tentang roadmap-nya.

Bulan lalu, sebagaimana dikutip Techcrunch, Rabu (3/3/2021), tim yang mengembangkan Twitter Spaces membuka room Space di mana pengguna diundang untuk menawarkan umpan balik, mengajukan pertanyaan, dan mempelajari tentang apa yang Twitter lakukan untuk produk dalam jangka pendek dan lebih jauh di masa mendatang.

Selama obrolan langsung itu, Twitter mengonfirmasi bahwa Spaces akan hadir di Android pada Maret 2021.

3 dari 3 halaman

Twitter Spaces Akan Dirilis untuk Publik pada April 2021

Adapun Twitter Spaces akan dirilis dalam versi publik pada bulan April 2021 mendatang. Perusahaan juga akan memungkinkan siapa saja menjadi host di platform tersebut.

Seperti diketahui, saat ini, Spaces masih dalam tahap uji coba untuk sebagian pengguna. Artinya, jika rencana ini benar-benar akan dilakukan, ini adalah langkah cukup cepat dalam pengembangan platform baru.

“Dapat benar-benar mengonfirmasi bahwa yang dimaksud adalah semua orang di Android dan iOS, bukan hanya penguji beta,” kata juru bicara Twitter, seperti dikutip dari TechCrunch, Jumat (12/3/2021).

Dengan kata lain, perusahaan membuat Twitter Spaces tersedia dalam beberapa pekan ke depan untuk pengguna publik.

Sebagai informasi, dalam kurun waktu beberapa bulan saja Twitter telah meluncurkan fitur ruang obrolan audio itu untuk pengujian publik.

Kemudian dengan cepat Twitter melakukan iterasi pada produk untuk mengubah elemen seperti judul dan deskripsi, opsi penjadwalan, dukungan untuk co-host dan moderator, dan daftar tamu.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓