Sempat Kalah, XL Axiata Mau Ikut Lelang Spektrum Frekuensi 2.3GHz

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 18 Mar 2021, 13:35 WIB
Diperbarui 18 Mar 2021, 13:35 WIB
Dok: XL Axiata
Perbesar
Dok: XL Axiata

Liputan6.com, Jakarta - XL Axiata memastikan diri akan mengikuti lelang spektrum frekuensi 2.3GHz yang digelar kembali oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Diungkap oleh Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O Baasir mengatakan, pihak XL Axiata telah mengambil dokumen lelang frekuensi 2.3GHz. Ia menyatakan XL Axiata tertarik untuk mengikutinya.

"Kalau ditangkap (berdasarkan pengumuman lelang), lelang ini terbuka untuk semua pemain bisa mengajukan tiga blok rentang frekuensi 2.3GHz sekaligus," kata Marwan, dalam acara diskusi XL Axiata mengenai Kebijakan di Sektor Telekomunikasi, Kamis (18/3/2021).

Marwan melanjutkan, "Jadi bisa saja pemenang mendapatkan (lebar pita) 10Mhz, 20MHz, atau 30Mhz. Kami tertarik, paling tidak untuk mengikuti 20Mhz karena kalau 10Mhz kekecilan."

Menurut Marwan, saat ini pihak XL Axiata tengah mengkalkulasi dan melakukan pembahasan internal mengenai investasi yang disiapkan untuk meminang spektrum frekuensi 2.3 GHz ini. Pembahasan internal ini bisa dilakukan hingga Senin, 22 Maret 2021.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kemkominfo membuka kembali lelang penggunaan spektrum frekuensi 2.3GHz di rentang 2.360-2.390 Mhz.

Rencananya, tambahan spektrum frekuensi 2.3GHz dengan lebar pita 30Mhz ini akan digunakan untuk menggelar layanan 4G dan 5G, yang akan datang.

2 dari 3 halaman

Kemkominfo Sempat Batalkan Lelang Frekuensi 2.3GHz

Menkominfo Johnny G.Plate
Perbesar
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate saat mengumumkan mengenai aplikasi TraceTogether untuk tracing dan tracking Covid-19 (Foto: Kemkominfo)

Kemkominfo pernah menggelar lelang untuk frekuensi 2.3GHz ini beberapa waktu lalu.

Namun saat hasil lelang telah diumumkan dengan tiga pemenang, yakni Telkomsel, Smartfren, dan Indosat Ooredoo, Kemkominfo membatalkan proses lelang. Dengan demikian hasil lelang pita frekuensi 2.3GHz pun dibatalkan.

XL Axiata sendiri saat itu tidak masuk dalam daftar pemenang lelang frekuensi 2.3GHz, namun kini perusahaan operator dengan produk XL, Axis, dan Live.On itu kembali tertarik untuk menggunakan frekuensi 2.3GHz.

Perlu diketahui, saat ini XL Axiata menggelar layanan 2G, 3G, dan 4G LTE di tiga spektrum. Pertama adalah 900MHz dengan lebar pita 7,5MHz, 2.1GHz dengan lebar 22,5MHz, dan 1.8GHz dengan lebar 15MHz.

 

 

3 dari 3 halaman

Buka-bukaan XL Soal Frekuensi Belum Cukup Gelar 5G

XL
Perbesar
Seorang petugas di menara BTS berupaya memperkuat jaringan XL di sepanjang tol baru untuk keperluan mudik 2017 (Sumber: XL Axiata)

Sebelumnya, XL Axiata blak-blakan mengenai spektrum frekuensi untuk menyelenggarakan jaringan 5G.

XL Axiata menilai, saat ini spektrum frekuensi yang dimilikinya masih belum cukup membuat pelanggan puas jika dipakai untuk menggeber layanan 5G pada tahun-tahun mendatang.

Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, agar pelanggan bisa merasakan layanan 5G yang sesungguhnya, operator telko butuh spektrum frekuensi yang lebih besar. Dengan begitu, layanan yang diberikan bisa optimal.

"Untuk merasakan 5G yang sesungguhnya, butuh spektrum lebih besar. Saat ini XL menggunakan 1.8GHz dan 2.1GHz untuk 4G dan 5G (saat uji coba teknologi dynamic spectrum sharing/DSS). Ke depannya, kami ingin ada spektrum khusus untuk menggelar 5G," kata Gede, dalam update persiapan 5G XL Axiata, Rabu (23/12/2020).

Ia menyebut, ketiga spektrum frekuensi yang dimiliki perusahaan akan dimanfaatkan dengan efisien untuk menggelar layanan 5G, jika saatnya tiba.

"Semuanya akan dimanfaatkan, namun kita kembalikan lagi ke peraturan pemerintah karena katanya akan menggulirkan kebijakan khusus untuk pita frekuensi 5G," tuturnya.

Ia mengatakan, saat ini masih ada tanda tanya besar terkait spektrum yang dimiliki dengan kemungkinan hadirnya layanan 5G.

"Untuk men-deliver pengalaman 5G yang diinginkan pelanggan, dibutuhkan frekuensi yang lebih besar dan pita yang lebar, agar layanannya optimal. Kalau hanya mengandalkan spektrum yang kami miliki, tidak akan cukup untuk menghadirkan experience seperti yang diminta pelanggan," ujarnya.

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓