Presiden Jokowi Tanda Tangani Prangko Perdana Seri Gerakan Vaksinasi Nasional

Oleh Arief Rahman Hakim pada 26 Feb 2021, 14:13 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 14:13 WIB
Presiden Joko Widodo Menandatangani Prangko Seri Khusus Covid-19
Perbesar
Presiden Joko Widodo menandatangani prangko perdana seri gerakan vaksinasi nasional covid-19 dalam Peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19, Jumat (26/2/2021). (Dok: Screenshot streaming Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo menandatangani prangko perdana seri vaksinasi nasional Covid-19 dalam Peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19, Jumat (26/2/2021).

Penandatanganan secara simbolis itu didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.

Menkominfo menyebut pembuatan prangko seri khusus ini merupakan representasi Indonesia yang memerangi covid-19 dengan vaksinasi secara nasional untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd imunity.

“Ini merepresentasikan indonesia yang dengan cepat dan sigap memerangi pandemi Covid-19 melalui vaksinasi,” kata Johnny.

Dia menambahkan, ke depannya, penerbitan prangko akan dilakukan secara digital dan dilengkapi dengan barcode.

Barcode tersebut akan berfungsi mempermudah tracing dan tampilan prangko akan dilengkapi dengan Augmented Reality agar terlihat lebih detail dan menarik.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

 

2 dari 2 halaman

Digital Talent Scholarship 2021

Sementara itu, untuk pengembangan bidang sumber daya manusia, Kemenkominfo akan menyediakan 100 ribu kuota beasiswa sepanjang 2021.

Digital Talent Scholarship ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi global, 55 universitas, serta 37 sekolah vokasi dan lembaga sertifikasi di 34 provinsi di Indonesia.

Menkominfo memandang pengembangan di bidang SDM termasuk salah satu aspek paling penting, di samping pembangunan infrastruktur. Maka, berbagai fokus pembelajaran terkait teknologi menjadi faktor pendukungnya.

“Program DTS yang ditawarkan antara lain Artificial Intelligence, Iof Things, Machine Learning, Big Data Analytics, Cloud Computing, dan berbagai teknologi turunannya,” tutur Johny.

Jokowi pun mengapresiasi langkah yang diambil oleh Kemenkominfo tersebut, salah satunya ia berpesan untuk terus mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa