Top 3 Tekno: Imajinasi Kocak Warganet Soal Tugas Polisi Virtual

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 26 Feb 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 11:00 WIB
Ilustrasi Media Sosial.
Perbesar
Ilustrasi Media Sosial. KreditL Photo Mix from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Artikel mengenai imajinasi kocak warganet soal tugas polisi virtual menjadi artikel terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com pada Kamis (25/2/2021).

Selain itu, dua artikel lainnya yang menyedot perhatian pembaca adalah strategi Grab untuk bertahan di tengah pandemi, serta virus corona yang mendominasi penelusuran di Google Search.

Selengkapnya simak Top 3 Tekno berikut ini.

1. Imajinasi Kocak Warganet Soal Tugas Polisi Virtual yang Pantau Media Sosial

Polisi melalui Kabareskrim Polri Komjen Agus Adrianto, menyampaikan pihaknya mulai menjalankan program virtual police (polisi virtual) yang tugasnya mengawasi konten yang bertebaran di dunia maya, termasuk media sosial.

Dalam prosesnya, anggota yang menjadi polisi virtual akan melaporkan ke atasan kalau menemukan unggahan konten yang berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kebijakan ini menuai banyak reaksi dari warganet. Pantauan Tekno Liputan6.com, Kamis (25/2/2021), ada beberapa warganet yang menangggapi hal ini sebagai langkah tepat hingga mengumbar lelucon.

Tak sedikit pula warganet yang berimajinasi dan menggambarkan tugas polisi virtual dalam memantau media sosial seperti gameplay yang ada di sebuah gim.

Selengkapnya baca di sini

 

2 dari 3 halaman

2. Grab Ungkap Strategi Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Grab
Perbesar
Layanan GrabFood di Indonesia yang terus tumbuh (Liputan6.com/Agustinus M.Damar)

Keputusan Grab melakukan diversifikasi bisnis sejak awal--jadi super app sejak 2018--membantu perusahaan dapat mengatasi krisis dan bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan awal 2020 merupakan kondisi sulit bagi perusahaan karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan di banyak kota dan pemerintah meminta semua orang untuk membatasi mobilitas mereka.

"Saat itulah lini bisnis transportasi kami sangat terdampak. Namun, sejak saat itu pendapatan kami kembali pulih seperti pada saat sebelum pandemi, dan kami melihat peluang besar di sektor pengiriman, termasuk makanan, bahan makanan, dan logistik. Sektor ini mencakup 50 persen dari bisnis kami saat ini," ungkap Neneng sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Kamis (25/2/2021).

Selengkapnya baca di sini

 

3 dari 3 halaman

3. Virus Corona Masih Mendominasi Penelusuran di Google

Ilustrasi Covid-19, virus corona
Perbesar
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Miroslava Chrienova via Pixabay

Covid-19 menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari di Google dalam kurun waktu setahun terakhir. Hal itu diungkapkan oleh Data Editor Google News Lab Simon Rogers pada awak media lewat pertemuan virtual.

"Pencarian Coronavirus melonjak sejak 2020 dan menjadi yang paling banyak dicari hampir di seluruh dunia," tutur Simon menjelaskan.

Bahkan, menurut dia, minat pencarian dengan topik virus corona di Google melebih minat penelusuran tentang cuaca yang sebelumnya banyak dicari.

Selama setahun ini pula, pencarian dengan topik virus corona mengalami perubahan pola. Di awal pandemi terjadi, banyak penelusuran yang bersifat mencari penjelasan umum. 

Selengkapnya baca di sini

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait