Pengembang Pokemen Go Blokir 5 Juta Cheater dalam Setahun

Oleh Agustinus Mario Damar pada 25 Feb 2021, 15:15 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 15:15 WIB
Pokemon Go
Perbesar
Pemain Pokemon Go bakal bisa ganti tim. (Doc: Niantic Labs)

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang Pokemon Go Niantic mengklaim telah memblokir lebih dari lima juta pemain yang ketahuan curang atau biasa disebut sebagai cheater.

Mengutip informasi dari GSM Arena, Kamis (25/2/2021), jumlah itu berasal dari tiga gim besutan Niantic, yakni Pokemon Go, Ingress, dan Harry Potter: Wizards Unite.

Menurut Niantic, dari lima juta pemain yang diblokir, lebih dari 20 persennya terkena pemblokiran permanen. Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir, Niantic memang terus berupaya untuk mengurangi jumlah cheater di dalam gimnya.

Perusahaan itu diketahui telah banyak berinvestasi untuk memanfaatkan teknologi baru yang dapat mendeteksi cheater. Selain itu, mereka juga merekrut tim terlatih yang khusus untuk memastikan aturan anticurang benar-benar berlaku.

Lebih lanjut Niantic juga menuturkan, lebih dari 90 persen pemain yang menerima peringatan pertama langsung berhenti bermain curang.

"Ini cukup menggembirakan, sebab kami terus berupaya mencari keseimbangan untuk menghukum pemain curang biasa dan yang memang memiliki niat bermain curang sejak awal," kata perusahaan.

Niantic juga memastikan komitmennya untuk menjaga permainan dalam gim besutannya tetap berjalan adil. Karenanya, perusahaan selalu memperbarui kemampuannya menangkis para cheater yang ada di gim besutannya.

Untuk itu, bagi kamu pemain Pokemon Go, Ingress, atau Harry Potter: Wizards Unite yang tidak ingin diblokir, sebaiknya selalu mengunduh gim tersebut dari toko aplikasi resmi dan tidak memakai perangkat yang sudah di-root

2 dari 3 halaman

Pokemon Go Raih Pemasukan USD 1 Miliar dalam Sepuluh Bulan Pertama 2020

Ilustrasi Pokemon Go 3 - Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Pokemon Go 3 - Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Di sisi lain, Pokemon Go diketahui berhasil meraih pemasukan senilai USD 1 miliar dari Januari hingga Oktober 2020. Demikian menurut laporan perusahaan riset pasar aplikasi mobile Sensor Tower, yang dikutip pada Kamis (5/11/2020).

Gim buatan Niantic Labs itu pertama kali diluncurkan pada Juli 2016. Secara konsisten, pada saat itu Pokemon Go mampu menarik perhatian arus utama dan mengumpulkan lebih dari USD 832 juta dari belanja pemain pemain hingga akhir tahun 2016.

Pada tahun 2017, angka belanja pemain menurun 29 persen, tetapi selanjutnya meningkat setiap tahun dan pada 2020 sudah menjadi tahun terbaik.

Secara garis besar, pemain di seluruh dunia telah menghabiskan hingga 11 persen lebih banyak sepanjang tahun 2020 dibandingkan tahun 2019. Selain itu, nilai belanja pemain juga 30 persen lebih banyak daripada 10 bulan pertama tahun 2019.

Kesuksesan Pokemon Go ini didukung oleh angka unduhan dan pendapatan gim mobile secara umum yang meningkat tajam tahun ini karena pandemi Covid-19 global dan lockdown yang mengharuskan orang melakukan aktivitas dari rumah.

3 dari 3 halaman

Nekat Main Pokemon Go Saat Lockdown, Pria Ini Kena Denda Rp3,8 Juta

Pokemon Go
Perbesar
Pokemon Go. (Doc: Niantic Labs)

Sebelumnya, ada juga kisah unik yang terjadi di Inggris. 

Seorang pria di Inggris ditilang sebesar $270 atau setara Rp3,8 juta. Alasannya sepele, karena meninggalkan rumah demi bermain Pokemon Go saat aturan lockdown sedang berlaku.

Dilansir Carscoops, pria tersebut beralasan ke polisi rela mengendarai mobil sejauh 22,5 km demi mencari pokemon. Polisi memberikan tilang akibat meninggalkan rumah tanpa alasan yang masuk akal, dikutip dari laporan BBC.

Pandemi Corona Covid-19 belum bisa terkendali di Inggris, sehingga masuk akal jika aturan lockdown diberlakukan dan berlangsung dengan ketat.

(Dam/Why)

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa