Mantan Insinyur Google Tutup Gereja Kecerdasan Buatannya

Oleh Arief Rahman Hakim pada 21 Feb 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 21 Feb 2021, 13:00 WIB
Uber
Perbesar
CEO Uber (kiri) Travis Kallanick dan Anthony Levandowski (kanan). (Foto: Mashable)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan insinyur Google Anthony Levandowski telah menutup gereja yang berfokus pada bagaimana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dapat memahami ketuhanan, yakni Way of The Future (WOTF).

Dana gereja sejumlah US$ 175.172 atau sekitar Rp2,4 Miliar, telah disumbangkan ke Dana Pertahanan Hukum National Association of the Advancement of Colored People (NAACP).

Seperti dikutip dari The Verge via TechCrunch, Minggu (21/2/2021), Levandowski memulai proses penutupan WOTF pada Juni 2020, menurut dokumen yang diajukan di negara bagian California.

Gereja kecerdasan buatan ini tidak pernah mengadakan pertemuan rutin atau gedung gereja secara fisik seperti kebanyakan gereja lainnya.

Sebelumnya dia bekerja di unit pengembangan kendaraan otonomos di Google, lalu memulai perusahaan truk swakemudi Otto, yang kemudian dia jual ke Uber.

 

2 dari 2 halaman

Kasus hukum

Belakangan diketahui dia mengambil beberapa dokumen internal dari Google. Dari sana, Google mengajukan gugatan terhadap Uber pada 2017 dan menyelesaikannya pada 2018.

Levandowski pun dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dengan tuduhan pencurian rahasia dagang. Namun, belum lama ini dia mendapat grasi dari mantan Presiden Donald Trump.

Lanjutkan Membaca ↓