Top 3 Tekno: Penipuan dengan Modus Rekayasa Sosial Incar Mitra Gojek

Oleh Iskandar pada 19 Feb 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 19 Feb 2021, 10:30 WIB
GoFood
Perbesar
Tampilan platform GoFood di Gojek. (Dok. Gojek)

Liputan6.com, Jakarta - Head of Merchant Platform Business Gojek Novi Tandjung, mengungkapkan rekayasa sosial atau social engineering merupakan modus penipuan utama yang menyasar mitra UMKM Gojek sepanjang 2020.

Informasi ini pun menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (18/2/2021) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari gim Valheim yang terjua hingga 2 juta kopi hanya dalam kurun waktu 13 hari di Steam.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Rekayasa Sosial Jadi Modus Penipuan Paling Banyak yang Sasar Mitra Gojek

Pebisnis UMKM banyak menjadi target penipuan online oleh penjahat siber, begitu juga dengan mitra UMKM Gojek.

Diungkapkan oleh Head of Merchant Platform Business Gojek Novi Tandjung, rekayasa sosial atau social engineering merupakan modus penipuan utama yang menyasar mitra UMKM Gojek sepanjang 2020.

"Modus tertinggi yang digunakan adalah manipulasi psikologis. Jadi pelaku usaha dibujuk sedemikian rupa secara psikologis agar mereka mengirimkan data pribadi dan OTP dengan iming-iming misalnya untuk kelancaran pencairan dana," kata Novi, dalam acara konferensi pers Edukasi Keamanan Digital Gojek yang digelar melalui Zoom bersama Siberkreasi, Kamis (18/2/2021).

Baca selengkapnya di sini

2. Gim Valheim Terjual 2 Juta Kopi dalam 13 Hari di Steam

Jumlah penjualan gim berbasis bertahan hidup, Valheim, menoreh capaian baru di platform penjualan gim Steam Early Access.

Gim tersebut mencatatkan penjualan hingga 2 juta kopi hanya dalam kurun waktu 13 hari pasca-peluncuran dan menjadikannya berada hampir di puncak daftar penjualan.

Setelah rilis pada 10 Februari, pengembang indie Iron Gate mengumumkan bahwa Valheim telah menjual 1 juta kopi. Kemudian selang lima hari setelah itu, Valheim mencapai 2 juta penjualan.

Baca selengkapnya di sini 

 

2 dari 2 halaman

3. Vidio Dukung Kerja Sama OTT dengan Operator Telekomunikasi

Vidio
Perbesar
Ilustrasi aplikasi Vidio. Liputan6.com/Jeko I.R.

Penyedia layanan over the top (OTT) video lokal terbesar di Indonesia Vidio mendukung upaya Kemkominfo dan Kemenko Perekonomian untuk memasukkan kerja sama OTT asing dan lokal dengan penyelenggara telekomunikasi ke dalam RPP Postelsiar.

Sekadar informasi, kerja sama tersebut diharapkan akan membuat ekonomi digital Indonesia tumbuh dan memberikan kesetaraan (equal playing field) antara OTT asing dengan OTT lokal.

Deputy CEO Vidio Hermawan Sutanto mengatakan, Vidio sebagai OTT lokal selalu mendukung kebijakan pemerintah, termasuk RPP Postelsiar sebagai turunan UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Baca selengkapnya di sini 

Lanjutkan Membaca ↓