Peneliti Manipulasi Magnet untuk Pemrosesan Data Lebih Cepat dan Hemat Energi

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 16 Feb 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 16 Feb 2021, 10:00 WIB
Ilustrasi Data, Data Center
Perbesar
Ilustrasi Data, Data Center. Kredit: Ian Battaglia via Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi pemrosesan data masa depan yang cepat dan hemat energi menemui titik terang setelah tim peneliti internasional berhasil memanipulasi magnet pada skala atom.

Fisikawan Dr Rostislav Mikhaylovskiy dari Lancaster University menyebut pendekatan ilmiah baru ini sangat berharga.

"Penemuan kami tentang kontrol magnetis ultracepat yang digerakkan secara atom membuka jalan luas untuk teknologi pemrosesan data masa depan yang cepat dan hemat energi," tutur Mikhaylovskiy dikutip dari rilis pers via Eurekalert, Selasa (16/2/2021).

Bahan magnetik dapat ditemukan di banyak hal di kehidupan modern mulai dari magnet lemari es hingga dan pusat data Google dan Amazon yang digunakan untuk menyimpan informasi digital. Bahan magnetik ini menampung triliunan momen magnet dasar atau "putaran" yang saling selaras, yang keselarasannya sebagian besar diatur oleh susunan atom dalam kisi kristal.

Dalam konteks ini, putaran dapat dilihat sebagai "jarum kompas" dasar, yang biasanya digambarkan sebagai panah yang menunjukkan arah dari kutub Utara ke Selatan.

Semua putaran di dalam magnet disejajarkan di sepanjang arah yang sama oleh gaya yang disebut interaksi pertukaran. Ia merupakan salah satu efek kuantum terkuat yang bertanggung jawab atas keberadaan material magnetik.

2 dari 2 halaman

Cara paling efisien

Permintaan yang terus tumbuh untuk pemrosesan data magnetik yang efisien membutuhkan cara baru untuk memanipulasi keadaan magnet.

Memanipulasi interaksi pertukaran, menurut para peneliti, akan menjadi cara paling efisien dan pada akhirnya tercepat untuk mengontrol magnet.

Untuk mencapai hasil ini, para peneliti menggunakan stimulus tercepat dan terkuat yang tersedia: eksitasi pulsa laser ultrashort. Mereka menggunakan cahaya untuk secara optik menstimulasi getaran atom tertentu dari kisi kristal magnet yang secara ekstensif mengganggu dan merusak struktur material.

Hasil penelitian ini terbit di jurnal Nature Materials oleh tim internasional dari Lancaster, Delft, Nijmegen, Liege, dan Kiev.

Lanjutkan Membaca ↓