IPB dan Microsoft Kerja Sama di Bidang Agromaritim

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 13 Feb 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 13 Feb 2021, 13:00 WIB
Papan Nama Microsoft di Sebuah Gedung
Perbesar
Papan Nama Microsoft di Sebuah Gedung. Kredit: Mohammad Rezaie via Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - IPB bekerja sama dengan PT Microsoft Indonesia melalui nota kesepahaman yang ditandatangani langsung oleh Rektor IPB Prof. Arif Satria dan Direktur Utama PT Microsoft Indonesia Mohamed Haris Bin Izmee di Jakarta.

Dalam keterangan Microsoft, disebutkan bahwa cakupan nota kesepahaman meliputi pengembangan Center of Excellence di bidang agromaritim 4.0, program penguatan keterampilan mahasiswa tentang teknologi Microsoft dan peningkatan kemampuan platform keterampilan digital, pengembangan kemitraan strategis untuk penerapan Agromaritim 4.0, serta modernisasi infrastruktur dan aplikasi.

Mohamed Haris Bin Izmee menyebut misi Microsoft adalah memberdayakan setiap orang dan organisasi untuk mencapai lebih banyak hal. Dia pun meyakini misi ini sejalan dengan IPB.

"Tujuan kami untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam hal kuantitas dan kualitas pangan nasional. Oleh karena itu, MoU ini menjadi penting untuk meningkatkan percepatan transformasi digital dan mendorong inovasi di Indonesia. Semangat ini tidak hanya antara IPB dan Microsoft tetapi juga untuk bersama-sama memberdayakan Indonesia," Hari.

Microsoft juga bermitra dengan Kementerian Pertanian RI untuk mempercepat ekosistem digital di sektor pertanian dan memberdayakan petani dengan teknologi.

 

2 dari 3 halaman

Pernyataan rektor

Terkait kerja sama ini, Rektor IPB Prof. Arif Satria menyampaikan apresiasinya. Dia mengungkapkan bahwa Agromaritim 4.0 selama ini menjadi perhatian IPB.

Dia pun berharap kerja sama ini akan banyak menghasilkan proyek pemberdayaan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat.

Salah satunya dengan mendorong peningkatan kapasitas mahasiswa agar mampu terjun ke lapangan dan berpengaruh besar.

"Agromaritim 4.0 merupakan jalan keluar dalam menyelesaikan permasalahan pangan dan energi di Indonesia. Lewat kerja sama dengan Microsoft ini, saya yakin percepatan transformasi akan terlaksana lebih cepat," kata Arif.

 

3 dari 3 halaman

Contoh kasus

Dia mencontohkan bagaimana masalah kelapa sawit saat ini dapat diselesaikan dengan teknologi. Antara lain, para peneliti di IPB telah menghasilkan inovasi seperti Precision Agriculture Platform for Oil Palm (Precipalm), sebuah aplikasi pupuk berbasis pertanian presisi, serta mesin pengangkut tandan buah sawit segar bernama Fastrex.

"Saya yakin Microsoft sebagai institusi terkemuka di dunia, dapat membagikan praktiknya di masa depan. Menurut saya Microsoft adalah perusahaan masa depan dan saya berharap IPB menjadi bagian dari masa depan itu," tutur Arif.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by