Facebook Siap Ramaikan Imlek dengan Beragam Konten Menarik

Oleh Agustinus Mario Damar pada 09 Feb 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 09 Feb 2021, 11:38 WIB
Facebook
Perbesar
Facebook ikut meramaikan Tahun Baru Imlek kali ini dengan beragam konten menarik. (Foto: Facebook Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Facebook akan ikut meramaikan Tahun Baru Imlek 2571 pada 12 Februari 2021 mendatang. Hal itu ditunjukkan Facebook dengan meluncurkan beragam konten bernuansa Imlek di platformnya.

"Facebook hadir di Indonesia untuk memberikan dukungan bagi orang dan komunitas agar tetap dapat terhubung dan merasakan kemeriahan Tahun Baru Imlek meski harus menjaga jarak di tengah masa pandemi," tutur Country Director Facebook Indonesia, Pieter Lydian dalam keterangan resmi.

Facebook menyuguhkan program yang diberi nama Sepekan Imlek. Lewat program ini, Facebook menghadirkan beragam konten bertema Imlek di reactions, stiker, GIF, avatar, hingga AR Filter.

Tidak hanya di Facebook, beragam konten ini juga akan hadir di Instagram.

"Selain itu, para kreaton konten akan menyuguhkan konten inspiratif bagi Anda untuk merayakan Imlek bersama keluarga dan orang tercinta," ujar Pieter melanjutkan.

Untuk di reactions Facebook, pengguna nantinya dapat melihat tombol yang hadir dengan desain khusus Imlek. Facebook membuat tombol Like yang didonimasi warna merah dan emas sebagai lambang keberuntungan.Facebook ikut meramaikan Tahun Baru Imlek kali ini dengan beragam konten menarik. (Foto: Facebook Indonesia)

Pengguna juga dapat menyemarakkan percakapan dengan stiker dan GIF yang dapat diperoleh lewat GIPHY. Tidak lupa, konten serupa juga hadir di fitur avatar pengguna sebagai cara unik untuk mengucapkan Tahun Baru Imlek.

Facebook juga turut merilis AR filter yang mengajak pengguna untuk menebak ucapan 'Tahun Baru Imlek' dalam berbagai bahasa asing, seperti bahasa Thailand, Vietnam, hingga Korea. Sementara di Instagram, konten Imlek dapat ditemukan di sticker pack dan AR Filter.

2 dari 3 halaman

Facebook Jelaskan ke Pengguna iPhone Terkait Pemakaian Data untuk Iklan

Facebook
Perbesar
(ilustrasi/guim.co.uk)

Di sisi lain, Facebook sebelumnya menyebut akan mengirim notifikasi ke pengguna iPhone di seluruh dunia. Notifikasi ini berisi informasi terkait bagaimana data pengguna digunakan dalam personalisasi iklan.

Notifikasi ini dikirimkan dalam upaya mengatasi perubahan privasi Apple mendatang, yang menurut Facebook bakal merugikan bisnis perusahaannya.

Mengutip Reuters, Selasa (2/2/2021), informasi yang diberikan dalam layar penuh itu akan meminta pengguna Facebook dan Instagram mengizinkan Facebook mengakses aktivitas pengguna aplikasi dan website untuk dipakai dalam personalisasi iklan.

"Personalisasi iklan dimaksudkan untuk mendukung bisnis yang mengandalkan iklan untuk menjangkau pelanggan," kata Facebook dalam blognya.

Facebook sebelumnya mengungkap ketidaksetujuannya terhadap rencana Apple mengubah setting privasi pada iPhone, dalam hal pelacakan aplikasi terhadap pengguna.

Facebook juga memberi tahu Apple, ada pertukaran antara iklan yang dipersonalisasi dengan privasi. Facebook menyebut, jika Apple menerapkan setting privasi baru, hal ini akan merugikan bisnis kecil yang mengandalkan iklan Facebook.

Sementara itu, Apple menyebut, notifikasi privasi pop-up akan mulai muncul di sebagian besar layar iPhone dalam beberapa bulan mendatang.

3 dari 3 halaman

Berniat Gugat Apple?

Bicara masalah setting privasi di iOS 14.4, Facebook sebelumnya dilaporkan tengah mempersiapkan gugatan melawan Apple terkait dengan fitur privasi di iOS 14.4.

Pasalnya, Facebook menuding Apple telah memaksa para pengembang untuk mematuhi aturan Appe Store.

Mengutip Engadget, Jumat (29/1/2021), informasi ini pertama kali diumumkan oleh The Information.

Disebutkan, jika Facebook memutuskan untuk melayangkan gugatan, keluhannya ini juga akan menarget Apple yang menolak mengizinkan aplikasi pihak ketiga menjadi layanan pesan default di perangkat Apple, alih-alih menggunakan iMessage.

Pihak Facebook sendiri pernah mengklaim, "Perubahan pelacakan iklan Apple yang akan datang memberikan keuntungan tidak adil dalam menampilkan iklan di Apple Store dan tempat lain."

Sementara, kebijakan ini tidak berlaku pada aplikasi-aplikasi Apple. Terkait hal ini, Apple pun menyebut, perusahaan tidak berniat untuk membagikan data pengguna ke pihak ketiga, seperti halnya Facebook.

Apple bersikeras bahwa langkah mereka merupakan upaya perlindungan privasi pengguna.

(Dam/Why)

Lanjutkan Membaca ↓