Laba Facebook Capai Rp 158 Triliun Karena Lonjakan Penggunaan Saat Pandemi

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 29 Jan 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 29 Jan 2021, 12:00 WIB
Mark Zuckerberg
Perbesar
Mark Zuckerberg, Founder sekaligus CEO Facebook, banyak disalahkan sebagian pihak karena membiarkan penggunanya membagikan tautan berita hoax di Facebook. (Doc: Wired)

Liputan6.com, Jakarta - Facebook menutup tahun 2020 dengan keuangan lebih kuat dibandingkan saat awal tahun. Salah satu pemicunya adalah pandemi Covid-19 yang membuat penggunaan Facebook naik tajam karena orang harus berdiam diri di rumah.

Dalam laporan pendapatan kuartal keempatnya, Facebook mengumumkan perusahaan membukukan pendapatan USD 28 miliar atau setara Rp 395,5 triliun di kuartal keempat (tiga bulan terakhir) 2020.

Dari jumlah tersebut, keuntungan atau laba yang diperoleh Facebook sebesar USD 11,2 miliar atau setara Rp 158 triliun. Laba Facebook naik 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total pendapatan tersebut, bisnis iklan berkontribusi paling tinggi, yakni USD 27 miliar (setara Rp 381,4 triliun). 

Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, Facebook memiliki akhir tahun yang kuat karena pengguna dan bisnis terus menggunakan layanan Facebook di masa sulit ini.

"Saya gembira dengan roadmap produk kami untuk tahun 2021, saat kami membangun cara baru dan bermakna untuk menciptakan peluang ekonomi, membangun komunitas, dan membantu pengguna untuk sekadar bersenang-senang," kata Mark Zuckerberg, dikutip dari keterangan resmi Facebook, Jumat (29/1/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pengguna harian aktif Facebook hampir 2 miliar orang

Ilustrasi Facebook
Perbesar
Lagi-lagi Mark Zuckerberg merogoh koceknya sendiri untuk donasi ke restoran favoritnya (Foto: unsplash.com/Alex Haney

Dalam kesempatan yang sama, Facebook juga mengumumkan capaian operasional Facebook di kuartal 4 dan sepanjang tahun 2020.

Salah satunya jumlah pengguna aktif harian Facebook rata-rata sebanyak 1,84 miliar pada Desember 2020. Jumlah ini naik 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara, jumlah pengguna aktif bulanan Facebook sebesar 2,8 miliar per 31 Desember 2020. Angka ini meningkat 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Begitu juga dengan jumlah pengguna aktif layanan keluarga Facebook meliputi WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Facebook Messenger yang rata-rata sebesar 2,6 miliar per hari. Jumlah ini meningkat 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Lalu, jumlah pengguna aktif layanan keluarga Facebook per bulan kini rata-rata 3,3 miliar per 31 Desember 2020 atau meningkat 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bisnis selain iklan

[Bintang] Mark Zuckerberg
Perbesar
Tawa Mark Zuckerberg sebelum dirundung masalah pencurian data pengguna Facebook. (AFP/JUSTIN SILLIVAN)

Mengutip The Verge, Kamis (28/1/2021), bisnis Facebook tampaknya tidak terdampak oleh keputusan perusahaan menghentikan sementara iklan politik pada Oktober 2020, yang kemudian diperpanjang hingga Desember 2020.

Tentu jumlah pemasukan dari iklan politik tidak ada artinya jika dibandingkan dengan bisnis e-commerce, pengecer, dan pengeluaran iklan bisnis kecil di platform Facebook.

Bicara kategori pemasukan lain-lain Facebook meliputi perangkat obrolan video Portal dan bisnis VR Oculus yang nasibnya cukup baik pada kuartal 4 2020. Portal bisa dibilang memiliki kinerja yang memuaskan karena orang beralih ke remote working dan silaturahmi virtual selama masa pandemi.

Kendati begitu ke depannya, Facebook masih menghadapi sejumlah tantangan. "Perusahaan akan terus menghadapi ketidakpastian signifikan karena kami mengelola melalui sejumlah arus silang pada 2021," kata Facebook dalam laporannya.

Hal ini menandakan, meski capaiannya memuaskan, Facebook memiliki kekhawatiran bahwa perusahaan mungkin tak bisa mempertahankan laju pertumbuhan yang sama saat memasuki paruh kedua 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tantangan Facebook berasal dari kebijakan privasi Apple

Ilustrasi Apple
Perbesar
Ilustrasi Apple (AP Photo/Mary Altaffer, File)

Meski tidak disebut dalam laporan, The Verge, menaksir salah satu tantangan yang akan dihadapi Facebook adalah perubahan privasi Apple. Hal ini dinilai bisa menimbulkan konsekuensi signifikan bagi bisnis iklan Facebook.

Antara lain, karena label privasi baru dan rencana Apple mengharuskan developer untuk mendapatkan izin pengguna sebelum melakukan pelacakan di perangkat iOS.

Belum lagi, awal bulan ini WhatsApp juga harus menunda update kebijakan privasi barunya, setelah jutaan pengguna banyak meninggalkan WhatsApp dan beralih ke Telegram dan Signal.

"Pada saat yang sama, pada paruh pertama 2021, kami akan melihat periode pertumbuhan yang dipengaruhi secara negatif oleh penurunan permintaan iklan selama tahap awal pandemi. Akibatnya kami memperkirakan tingkat pertumbuhan hanya akan meningkat sedikit pada kuartal pertama dan kedua 2021," kata Facebook.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya