Top 3 Tekno: 533 Juta Data Pengguna Facebook di Seluruh Dunia Bocor

Oleh Iskandar pada 27 Jan 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 27 Jan 2021, 10:30 WIB
Ilustrasi Facebook
Perbesar
Facebook (JUSTIN SULLIVAN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Database berisi informasi 533 juta pengguna Facebook di seluruh dunia bocor karena kerentanan yang memungkinkan orang lain melihat nomor telepon yang ditautkan ke setiap akun telah dieksploitasi.

Berita ini menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Selasa (26/1/2021) kemarin.

Informasi lain yang juga populer datang dari Google yang menyumbang Rp 2,1 triliun untuk edukasi dan distribusi vaksin Covid-19.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Bahaya, Ratusan Juta Nomor Telepon Pengguna Facebook Dijual via Bot Telegram

Database berisi kumpulan nomor telepon pengguna Facebook disebut-sebut telah dijual melalui bot Telegram. Demikian menurut informasi dari Motherboard.

Dikutip dari The Verge, Selasa (26/1/2021), menurut seorang peneliti keamanan Alon Gal melalui akun @UnderTheBreach menyebut, seseorang yang menjalankan bot tersebut mengklaim, ada 533 juta pengguna Facebook. Informasi ini bocor karena adanya kerentanan Facebook yang pernah ditambal pada 2019.

"Pada awal 2020, kerentanan yang memungkinkan orang lain melihat nomor telepon yang ditautkan ke setiap akun Facebook telah dieksploitasi, membuat bocornya database berisi informasi 533 juta pengguna di seluruh dunia," katanya.

Baca selengkapnya di sini

2. Google Sumbang Rp 2,1 T untuk Edukasi dan Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Google meluncurkan inisatif bantuan dana sebesar lebih dari USD 150 juta (setara Rp 2,1 triliun) untuk upaya edukasi dan membantu distribusi vaksin Covid-19.

Dalam pengumuman hari ini, seperti dikutip dari The Verge pada Selasa (25/1/2021), Google menyebut dana itu salah satunya akan digunakan untuk membuat sejumlah fasilitas seperti bangunan, lahan parkir, dan ruang terbuka sebagai klinik vaksinasi Covid-19.

Sejauh ini rencana Google membuka fasilitas vaksinasi Covid-19 di kota Los Angeles, San Francisco, Kirkland, Washington DC, dan New York. Nantinya Google akan memperluas ketersediaan klinik vaksinasi Covid-19 ini di kota-kota lainnya.

Baca selengkapnya di sini 

 

2 dari 2 halaman

3. India Larang TikTok dan Puluhan Aplikasi Tiongkok Lainnya Secara Permanen

TikTok
Perbesar
TikTok. Dok: money.com

Pemerintah India telah mengeluarkan pemberitahuan untuk memberlakukan larangan permanen atas aplikasi video pendek TikTok.

Selain TikTok, 58 aplikasi Tiongkok lainnya juga termasuk ke dalam daftar aplikasi terlarang tersebut.

Times of India sebagaimana dilansir dari Reuters pada Selasa (26/1/2021) melaporkan bahwa pemerintah India telah memberikan kesempatan kepada pengembang aplikasi-aplikasi itu untuk menjelaskan posisi mereka tentang kepatuhan terhadap persyaratan privasi dan keamanan setempat.

Baca selengkapnya di sini 

Lanjutkan Membaca ↓