Microsoft dan Oracle Kembangkan Kartu Vaksin Covid-19 Digital, Untuk Apa?

Oleh Iskandar pada 15 Jan 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 15 Jan 2021, 11:00 WIB
Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)
Perbesar
Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)

Liputan6.com, Jakarta - Mulai akhir Januari 2021, Amerika Serikat akan meminta penumpang pesawat internasional untuk menunjukkan bukti negatif Covid-19 negatif atau bukti bahwa mereka baru saja sembuh dari penyakit tersebut.

Sebagai alternatif, setelah vaksin Covid-19 diberikan, maskapai penerbangan mungkin akan mengizinkan kamu terbang jika dapat memastikan bahwa kamu telah divaksin.

Beberapa organisasi kesehatan dan teknologi bekerja sama untuk mengembangkan sistem yang memungkinkan orang menerima salinan terenkripsi dari status vaksinasi yang dapat disimpan dalam dompet digital di smartphone.

Mengutip laman Engadget, Jumat (15/1/2021), anggota dari Vaccination Credential Initiative (VCI), termasuk Microsoft, Oracle, Salesforce, dan Mayo Clinic tengah mengembangkan kartu vaksin Covid-19 digital.

Mereka berharap dapat memberikan akses ke catatan vaksinasi melalui kartu digital bernama SMART Health Cards. Orang-orang tanpa smartphone juga dapat menerima cetakan kode QR berisi catatan vaksin yang dapat diverifikasi.

 

2 dari 3 halaman

Kartu Fisik Mudah Dipalsukan

Pejabat kesehatan di AS mengeluarkan selembaran kartu kertas untuk orang-orang yang telah menerima vaksin Covid-19. Namun, kartu fisik itu sangat berisiko karena dapat dipalsukan.

Beberapa bandara dan maskapai penerbangan sedang menguji aplikasi paspor kesehatan dari Commons Project, yang merupakan anggota VCI.

Wisatawan akan dapat naik penerbangan pesawat internasional tertentu jika mereka mendapatkan hasil tes negatif dari penyedia layanan kesehatan dan menerima kode konfirmasi melalui aplikasi CommonPass.

 

3 dari 3 halaman

Langkah Penting, Tapi Bisa Jadi Pelik

Seperti dilaporkan The New York Times, pendekatan VCI dalam pembuatan kartu vaksin Covid-19 digital akan berfungsi dengan cara yang sama seperti kartu vaksin fisik.

Meskipun langkah verifikasi vaksinasi Covid-19 bisa menjadi sangat penting di era new normal, namun aplikasi paspor kesehatan mungkin akan menjadi salah satu masalah yang pelik.

Jika maskapai penerbangan atau pemberi kerja mewajibkan untuk menunjukkan bukti penggunaan vaksin, orang yang memilih untuk tidak melakukannya terancam tidak dapat bepergian atau kembali bekerja.

(Isk/Why)

Lanjutkan Membaca ↓