Google Tangguhkan Aplikasi Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

Oleh Arief Rahman Hakim pada 10 Jan 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 10 Jan 2021, 14:01 WIB
5 Aplikasi Kontrovesial yang Diblokir Google Playstore
Perbesar
Google Playstore merupakan penyedia aplikasi resmi yang di miliki oleh google untuk perangkat android yang ada di seluruh dunia.

Liputan6.com, Jakarta - Google telah menangguhkan media sosial Parler, yang digunakan oleh banyak pendukung Donald Trump. Google menilai Parler gagal menghapus konten yang melanggar ketentuan.

Selain Google, Apple juga sebelumnya telah memberikan peringatan akan menghapus aplikasi itu dari AppStore, jika terbukti tidak mematuhi persyaratan moderasi kontennya.

Kepala Eksekutif Parler, John Matze mengaku tak akan menyerah menghadapi perusahaan dan kebijakan otoriter yang tidak menyukai kebebasan berbicara.

"Kami tidak akan menyerah pada perusahaan yang bermotivasi politik dan para otoriter yang membenci kebebasan berbicara!" kata John seperti dikutip dari BBC, Minggu (10/1/2021).

Diluncurkan pada 2018, Parler terbukti sangat populer di kalangan pendukung Presiden AS Donald Trump dan sayap kanan konservatif. Kedua kelompok itu sering menuduh Twitter dan Facebook menyensor pandangan mereka secara tidak adil.

2 dari 2 halaman

Tokoh populer di Parler

Tokoh lain yang populer di Parler adalah Senator Texas Ted Cruz yang memiliki 4,9 juta pengikut. Sementara pembawa acara Fox News, Sean Hannity, memiliki sekitar 7 juta pengikut di platform tersebut.

Aplikasi ini sempat menjadi aplikasi terbanyak diunduh di Amerika Serikat pascapemilu AS, menyusul larangan penyebaran informasi yang salah tentang pemilu oleh Twitter dan Facebook.

Namun, Apple dan Google mengatakan aplikasi tersebut gagal memenuhi persyaratan moderasi konten.

Lanjutkan Membaca ↓