Amazon Setop Layanan Cloud Hosting untuk Jejaring Sosial Pendukung Donald Trump

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 10 Jan 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 10 Jan 2021, 12:00 WIB
Donald Trump
Perbesar
Presiden Donald Trump setelah meletakkan karangan bunga di Makam Prajurit Tidak Dikenal pada Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington di Arlington, Virginia, Rabu (11/11/2020). Donald Trump pertama kalinya muncul ke publik sejak kalah dari Joe Biden dalam Pilpres AS. (Brendan Smialowski/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Amazon menyatakan akan menyetop cloud hosting Amazon Web Service (AWS) untuk Parler, jejaring sosial pendukung Donald Trump. Demikian menurut email Amazon kepada BuzzFeed News yang dikutip pada Minggu (10/1/2021)

Langkah Amazon ini akan mengganggu operasional Parler, bahkan layanan tersebut akan mati, kecuali ia dapat menemukan layanan cloud hosting lain.

Para pengguna Parler memakai jejaring sosial untuk memicu ketakutan, menyebarkan kebencian, dan mengoordinasikan pemberontakan di gedung Capitol pada hari Rabu (6/1/2020).

Bahkan, aplikasi tersebut baru-baru ini dibanjiri dengan ancaman pembunuhan, perayaan kekerasan, dan konten yang mendorong para pendukung Donald Trump untuk mendatangi Washington, DC dengan senjata pada 19 Januari mendatang sehari sebelum pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.

Di dalam email tersebut, tim AWS Trust and Safety menegaskan bahwa seruan untuk kekerasan yang menyebar di Parler melanggar persyaratan layanannya.

Amazon juga meragukan rencana moderasi seruan untuk kekerasan dan ujaran kebencian oleh relawan di kalangan pengguna Parler akan berjalan efektif.

"Baru-baru ini, kami telah melihat peningkatan yang stabil dalam konten kekerasan ini di situs web Anda, yang semuanya melanggar persyaratan kami," kata Amazon dalam email tersebut. "Jelas bahwa Parler tidak memiliki proses yang efektif untuk mematuhi persyaratan layanan AWS."

2 dari 3 halaman

Discord Larang Server Pendukung Donald Trump

Sebelumnya Discord melarang server pendukung Donald Trump dengan judul TheDonald di platformnya. 

"Discord memutuskan untuk melarang server bernama TheDonald kemarin karena koneksi server itu terbuka ke forum online yang digunakan untuk menghasut kekerasan, merencanakan pemberontakan bersenjata di Amerika Serikat, dan menyebarkan misinformasi terkait penipuan pemilu AS 2020," ujar bicara Discord melalui email seperti dikutip dari Mashable, Minggu (10/1/2021).

Hal ini menyusul insiden di Capitol, AS pada 6 Januari 2021 lalu oleh ekstremis pendukung Donald Trump. Insiden itu menyebabkan lima kematian dan Reddit pun belakangan melarang subreddit r / DonaldTrump dengan alasan menghasut kekerasan.

 

3 dari 3 halaman

Tak Toleransi Kekerasan

Bukan pertama kali bagi Discord melarang ektremis sayap kanan dari platformnya. Pada 2017 lalu, Discord menutup server yang terkait dengan web supremasi kulit putih setelah unjuk rasa 'Unite the Right' yang mematikan di Charlottesville.

Pihaknya juga menegaskan tidak ada toleransi bagi kebencian dan kekerasan dalam bentuk apa pun di platformnya.

"Kami memiliki kebijakan toleransi nol terhadap kebencian dan kekerasan dalam bentuk apa pun di platform, atau penggunaan Discord untuk mendukung atau mengatur seputar ekstremisme kekerasan," tutup juru bicara Discord.

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online