Top 3 Tekno: Meme Kocak WhatsApp Paksa Pengguna Berbagi Data ke Facebook

Oleh Iskandar pada 08 Jan 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 08 Jan 2021, 10:30 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Perbesar
Ilustrasi WhatsApp. Kredit: Webster2703 via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Warganet ramai-ramai menanggapi kebijakan privasi baru WhatsApp dengan sejumlah meme kocak. Informasi ini pun menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (7/1/2021) kemarin.

Informasi lain yang juga menjadi sorotan datang dari hal yang perlu kamu ketahui dari kebijakan privasi baru WhatsApp.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Meme Kocak Warganet Tanggapi Perubahan Privasi di WhatsApp

WhatsApp akhirnya mengumumkan perubahan persyaratan privasi bagi pengguna yang ingin memakai layanannya. Pemberitahuan soal perubahan ini juga telah mulai digulirkan lewat in-app alert.

Salah satu poin yang disebut dalam perubahan ini adalah WhatsApp meminta pengguna untuk dapat berbagi data dengan Facebook. Sontak, perubahan ini menuai respons warganet di media sosial.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Kamis (7/1/2021), beberapa meme sudah muncul menanggapi perubahan kebijakan privasi ini. Tidak sedikit pula warganet menyoroti sosok CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam sejumlah meme.

Baca selengkapnya di sini

2. Ini yang Perlu Diketahui Pengguna dari Kebijakan Baru WhatsApp

Para pengguna WhatsApp pasti sudah mengetahui bahwa aplikasi pesan ini memperbarui kebijakan privasi layanannya.

WhatsApp mengumumkan pembaruan privasi ini melalui fitur in-app alert. Di mana, para pengguna dipaksa untuk menerima pembaruan privasi, jika masih mau memakai layanan WhatsApp.

Pengguna diberi waktu hingga 8 Februari 2021 untuk menerima pembaruan ini jika masih ingin memakai layanan WhatsApp.

Baca selengkapnya di sini

 

2 dari 2 halaman

3. Indonesia Terbanyak Mendapat Serangan Email Spam di Asia Tenggara

Ilustrasi Spam
Perbesar
Ilustrasi Spam. Dok: hoax-slayer.net

Pandemi Covid-19 yang melanda secara global mengharuskan berbagai kegiatan dilakukan secara daring. Mulai dari sekolah, pekerjaan, hingga sektor jual-beli. Hal ini menjadikan penggunaan email sebagai prioritas di beberapa sektor.

Mengacu data yang dikeluarkan oleh Trend Micro, Indonesia menjadi negara yang paling banyak mendapatkan serangan email spam terkait Covid-19. Selain itu, Indonesia juga menempati posisi pertama di dunia mendapatkan serangan malware.

Pada Kuartal III 2020, Trend Micro mencatat sebanyak 11.889 serangan email spam terjadi di Indonesia dan 11.088 serangan malware terkait Covid-19.

Baca selengkapnya di sini 

Lanjutkan Membaca ↓