FBI dan Europol Tutup Layanan VPN Jahat

Oleh Iskandar pada 28 Des 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 28 Des 2020, 07:30 WIB
Ilustrasi smartphone, aplikasi VPN di smartphone. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi smartphone, aplikasi VPN di smartphone. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Layanan virtual private networks (VPN) umumnya digunakan untuk menjaga keamanan data pribadi dan juga data perusahaan atau lembaga tertentu.

Namun belakangan, layanan VPN dimanfaatkan oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan.

TorrentFreak melaporkan FBI dan Europol bekerja sama untuk menutup Safe-Inet (juga dikenal sebagai Insorg), sebuah layanan VPN yang tampaknya dibuat khusus untuk para penjahat.

Diwartakan Engadget, Senin (28/12/2020), layanan itu tidak hanya diiklankan di forum yang berfokus pada kejahatan, tetapi juga sering digunakan untuk praktik seperti pembajakan kartu, ransomware, dan pembajakan akun.

Pejabat Departemen Kehakiman AS (Department of Justice/DOJ) mencatat banyak dari layanan VPN kerap dipakai sebagai tempat 'persembunyian' para penjahat saat banyak korban melaporkan aksi mereka.

"VPN dijadikan alat konspirasi dalam kejahatan yang mereka lakukan," kata DOJ.

Pun demikian, DOJ tak secara langsung mengklaim bahwa Safe-Inet terlibat dalam praktik ini, tetapi setidaknya tersirat jelas.

 

Bagaimana dengan VPN Lainnya?

Ilustrasi smartphone, aplikasi VPN di smartphone. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi smartphone, aplikasi VPN di smartphone. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Meskipun ada sedikit keraguan tentang target audiens Safe-Inet, DOJ juga khawatir dengan layanan VPN populer yang dimanfaatkan segelintir orang untuk berbuat jahat.

Perusahaan yang tergabung dalam I2Coalition (Internet Infrastructure Coalition) sendiri mendukung penghapusan VPN tersebut.

Namun perlu diketahui, beberapa praktik kejahatan sebenarnya umum terjadi pada VPN yang berfokus pada privasi.

Google One Kini Punya Fitur VPN

Menatap Manuver Google Bersama Android One
Perbesar
Google ingin semakin banyak orang menggunakan smartphone dan merasakan keuntungan menggunakan internet.

Di sisi lain, Google menggulirkan pembaruan pada layanan Google One berupa fitur VPN.

Namun, fitur ini baru tersedia untuk mereka yang berlangganan paket 2TB atau lebih tinggi.

Larissa Fontaine, Director di Google One menyebut VPN baru ini diharapkan dapat memberikan lapisan tambahan perlindungan di dunia maya di smartphone Android.

"Kami sudah membangun keamanan tingkat lanjut pada semua produk kami, dan VPN memperluas keamanan itu untuk mengenkripsi semua lalu lintas daring di ponsel Anda, apa pun aplikasi atau browser yang Anda gunakan," ujar Larissa dikutip dari keterangan perusahaan.

VPN ini, kata dia, terintegrasi dengan aplikasi Google One. "Jadi hanya dengan satu ketukan, Anda dapat yakin bahwa koneksi Anda aman dari peretas," tutur Larissa.

Pro Sessions

Perusahaan juga mengumumkan Pro Sessions by Google One with VPN. Pada sesi ini, pengguna dapat mengatur jadwal sesi online tatap muka untuk mempelajari lebih lanjut tentang VPN dan cara tetap lebih aman saat online dengan pakar Google.

"Anda akan mendapatkan akses ke VPN dan Pro Sessions selain penyimpanan 2 TB dan keuntungan anggota lainnya yang sudah Anda dapatkan dengan paket tersebut," ujar Larissa.

Selain itu, apabila pengguna telah berbagi paket Google One 2 TB dengan anggota keluarga (hingga lima orang tambahan), mereka juga dapat mengaktifkan VPN di perangkat mereka sendiri tanpa biaya tambahan.

"Ini hanyalah beberapa cara lagi di mana keanggotaan Google One membantu Anda mendapatkan hasil maksimal dari Google dengan lebih tenang dan pengalaman bermanfaat," tutur Larissa.

(Isk/Why)

Lanjutkan Membaca ↓