Fintech Startup Finantier Raih Pendanaan Pre-Seed dari East Ventures

Oleh M Hidayat pada 27 Nov 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 27 Nov 2020, 11:30 WIB
Ilustrasi pendanaan startup, funding startup, dolar, uang dolar, uang
Perbesar
Ilustrasi pendanaan startup, funding startup, dolar, uang dolar, uang. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Fintech startup Finantier mengumumkan meraih pendanaan pre-seed yang dipimpin oleh East Ventures dengan partisipasi dari AC Ventures, Genesia Ventures, dan beberapa investor lainnya.

Didirikan oleh Diego Rojas, Keng Low, dan Edwin Kusuma pada pertengahan tahun ini, Finantier memiliki visi untuk menyediakan infrastruktur dan data yang dibutuhkan oleh bisnis dalam membangun produk finansial generasi selanjutnya.

Finantier membuat platform fintech dan institusi keuangan bisa berkolaborasi dengan aman untuk memberikan konsumen keleluasaan, kenyamanan, dan keamanan dalam memanfaatkan data finansial milik mereka.

"Open Finance adalah sebuah kerangka yang dibangun di atas prinsip-prinsip Open Banking yang memberikan konsumen keleluasaan unttuk mengakses data mereka dengan aman dan menggunakannya dengan optimal di berbagai platform," kata Diego Rojas, CEO di Finantier dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya Rojas sempat menjadi CTO dari beberapa startup di Singapura dan negara lainnya. Sebagai seorang software engineer, dia juga berpengalaman puluhan tahun dalam membangun produk fintech untuk perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat (LendingClub), China (Dianrong), dan Asia Tenggara.

Sementara Low merupakan software engineer yang berpengalaman di Silicon Valley. Sebelum bergabung dengan Finantier, Low merupakan Entrepreneur in Residence di East Ventures dan selama menjalankan posisi itu, dia bekerja berdampingan dengan startup yang termasuk ke dalam portofolio East Ventures, seperti Warung Pintar dan Fore Coffee, dalam pengembangan teknologi dan manajemen produk.

"Kami memanfaatkan jejak digital konsumen dan bisnis untuk memberikan mereka akses yang aman di Asia Tenggara ke layanan finansial yang disesuaikan dengan kebutuhan, yang kemudian turut membantu meningkatkan kesejahteraan finansial konsume," kata Keng Low, CPO di Finantier, menambahkan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pengalaman Edwin

Terakhir, Edwin sempat bekerja di Google dan menduduki posisi C-Level di beberapa fintech startup di bidang P2P lending di Indonesia. Finantier menawarkan Application Programming Interface (API) dan infrastruktur untuk mendukung pengembangan beragam produk fintech.

Berbekal API dan infrastruktur Finantier, perusahaan fintech dan lembaga keuangan dapat mempercepat time-to-market dan memangkas biaya pengembangan solusi yang dirancang secara khusus. Karena itu, baik konsumen maupun bisnis diharapkan dapat mengambil keuntungan dari ekosistem Open Finance.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Inklusi Keuangan

Startup yang saat ini beroperasi di Singapura dan Indonesia ini berencana menggunakan dana investasi untuk merekrut anggota tim dan mengakselerasi pengembangan teknologi.

Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, Finantier berencana untuk melebarkan sayap ke negara berkembang lain di Asia Tenggara dengan menawarkan solusi spesifik untuk tiap wilayah.

Willson Cuaca, Co-founder and Managing Partner East Ventures menyebut Finantier akan membantu memenuhi kebutuhan sekitar 139 juta orang di Indonesia yang masih belum bisa keluar dari kategori unbanked dan underbanked.

"Kesetaraan akses ke layanan finansial akan menciptakan dampak berganda bagi perekonomian Indonesia. Saat ini, ratusan perusahaan fintech bermunculan dan menawarkan solusi masing-masing untuk meningkatkan inklusi keuangan. Kami percaya bahwa Finantier akan membantu perusahaan-perusahaan tersebut menciptakan lebih banyak produk dan layanan ke jutaan penduduk Indonesia yang masih belum bisa menikmati keuntungan akses finansial," kata Willson.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya