4 Fenomena Astronomi Sepanjang Pekan Ini, Apa Saja?

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 04 Sep 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 04 Sep 2020, 08:00 WIB
Bulan Purnama
Perbesar
Foto yang diabadikan pada 3 Agustus 2020 ini menunjukkan penampakan bulan purnama di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya. Bulan purnama itu muncul pada Senin (3/8), yang merupakan hari ke-14 di bulan keenam dalam kalender lunar China. (Xinhua/Jiang Hongjing)

Liputan6.com, Jakarta - Sepekan ke depan, langit akan mengalami sejumlah fenomena astronomi.

Diumumkan oleh akun Instagram Pusat Sains Antariksa LAPAN, @pussainsa_lapan, beberapa fenomena astronomi akan terjadi di langit.

1. Bulan Purnama pada 2 September 2020

Salah satunya yang sudah terjadi dan bisa disaksikan adalah Fase Bulan Purnama yang terjadi kemarin, 2 September 2020.

Purnama pada 2 September lalu disebut sebagai Bulan Jagung Penuh (full corn moon) dan Bulan Jelai Penuh (full barley moon). Pasalnya Purnama ini terjadi saat tanaman jagung dan jelai sedang dipanen.

2. Konjungsi Bulan-Mars pada 5-6 September 2020

Selanjutnya, pada tanggal 5-6 September 2020, akan terjadi fenomena Konjungsi Bulan-Mars.

Waktu puncak dari fenomena Konjungsi Bulan-Mars ini bervariasi, antara pukul 13.42 WIT di Jayapura hingga 11.43 WIB di Sabang.

Namun di Indonesia, fenomena Konjungsi Bulan-Mars ini hanya dapat disaksikan pada 5 September 2020 pukul 21.00 WIB, yakni ketika Mars di atas ufuk, hingga keesokkan harinya pukul 05.30 WIB dari arah timur hingga bagian barat, barat laut.

Sedangkan pada 6 September, Konjungsi Bulan-Mars dapat disaksikan mulai pukul 21.15 WIB yakni ketika Bulan di atas ufuk, hingga keesokan harinya pukul 05.30 WIB dari arah timur hingga bagian barat, barat daya.

2 dari 3 halaman

3. Okultasi Mars oleh Bulan pada 6 September 2020

Planet Mars (NASA).
Perbesar
Planet Mars (NASA).

Pada tanggal 6 September 2020, akan ada fenomena Okultasi Mars oleh Bulan, yakni fenomena ketika Mars melintas di belakang Bulan.

Peristiwa ini dapat terjadi karena jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibandingkan dengan jarak Bulan ke Bumi. Secara global, Okultasi Mars oleh Bumi terjadi pada 6 September, mulai pukul 02.25 UT (atau 09.25 WIB) hingga )07.03 UT (atau 14.03 WIB).

Nah, negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara mengalami okultasi Mars ketika Bulan dan Mars sudah berada di bawah ufuk. Dengan demikian, tidak bisa menyaksikan fenomena ini.

Indonesia pernah mengalami okultasi Mars oleh Bulan pada 6 Desember 2015 dan 3 Januari 2017.

Tahun ini Indonesia tak akan bisa mengalami okultasi Mars oleh Bulan dan baru akan mengalami lagi pada 17 April 2021 dan 5 Mei 2024 mendatang.

3 dari 3 halaman

4. Apogee Bulan pada 6 September 2020.

Bulan Purnama Penuh
Perbesar
Foto yang diambil pada tanggal 01 Januari 2018 ini menunjukkan "supermoon" yang muncul di langit malam, sebuah fenomena alam yang sudah tidak pernah terlihat lagi dalam 36 tahun. (Boris Horvat/AFP)

Masih di tanggal 6 September 2020, langit juga akan mengalami fenomena astronomi bernama Apogee Bulan (Bulan berada di titik terjauh Bumi).

Bulan berada pada titik terjauh Bumi atau apogee pada pukul 13.21 WIB dengan jarak geosentris 405.570 Km dan iluminasi atau fase benjol akhir 85,44 persen, serta lebar sudut 25,2 menit busur.

Pada saat apogee, Bulan terletak di konstelasi Piscess dan baru akan dapat disaksikan mulai pukul 21.00 WIB di arah Timur dan terbenam keesokan harinya pada pukul 09.00 WIB.

"Silakan menikmati keindahan langitnya. Nikmati keindahannya pada tempat yang minim polusi cahaya ya," kata Pusat Sains Antariksa LAPAN dalam akun Instagramnya.

Artinya, fenomena-fenomena astronomi ini dapat dinikmati oleh masyarakat, asalkan di tempat yang minim polusi cahaya.

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online