Halodoc Masuk ke Dalam Daftar Digital Health 150 versi CB Insights

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 26 Agu 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 26 Agu 2020, 15:30 WIB
Halodoc
Perbesar
Di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020), CEO Halodoc Jonathan Sudharta menyampaikan, pasien yang positif Corona COVID-19 dapat berkonsultasi dan berinteraksi dengan layanan telemedik. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Halodoc menjadi salah satu health-tech startup yang masuk ke dalam daftar Digital Health 150 versi CB Insights. Daftar ini memuat 150 health-tech startup paling inovatif dan menjanjikan di seluruh dunia.

Digital Health 150 tahun ini terdiri dari 12 kategori, mulai dari Virtual Care Delivery dan Clinical Trials, hingga Drug Discovery dan Specialty Care. Adapun health-tech startup di dalam daftar tahun ini antara lain berasal dari Kanada, Tiongkok, Israel, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

"Digital Health 150 tahun ini merupakan edisi dengan cakupan global paling luas yang kami adakan, melingkupi berbagai perusahaan swasta di bidang kesehatan terbaik dari 18 negara," ujar Anand Sanwal, CEO CB Insights.

Selain keberagaman lokasi, kata Anand, perusahaan-perusahaan yang termasuk ke dalam daftar ini menciptakan inovasi layanan kesehatan di berbagai sektor terkait.

Digital Health 150 versi CB Insights

"Pemenang Digital Health 150 tahun lalu mendapat pengakuan dan berhasil mendapatkan total pendanaan hingga mencapai hampir USD 5 miliar. Kami tentu tak sabar ingin melihat pencapaian yang mungkin akan diraih oleh para pemenang di tahun ini," tutur Anand.

Menanggapi daftar ini, Jonathan Sudharta, CEO dan Co-founder Halodoc mengaku merasa terhormat karena Halodoc dapat kembali masuk ke daftar Digital Health 150 dari CB Insights.

"Pengakuan ini tentu menjadi motivasi bagi kami sebagai perusahaan rintisan karya anak bangsa untuk terus berinovasi dalam memberikan kenyamanan akses kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia," tutur Jonathan.

2 dari 3 halaman

Harapan

Jonathan berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi ekosistem startup lokal dalam meningkatkan daya saing dan membuktikan bahwa Indonesia mampu bersanding dengan perusahaan global.

Tim riset CB Insights menyeleksi Digital Health 150 dari ratusan aplikasi yang masuk dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk aktivitas paten, kualitas investor, analisis sentimen pemberitaan media, skor Mosaic, potensi pasar, kolaborasi, lanskap kompetitif, kekuatan tim, dan inovasi teknologi.

3 dari 3 halaman

Skor Mosaic

Skor Mosaic yang berlandaskan algoritma CB Insights mengukur keseluruhan kesehatan dan potensi pertumbuhan perusahaan untuk membantu memprediksi momentum mereka.

Halodoc menjadi satu-satunya perusahaan asal Asia Tenggara di daftar ini untuk kategori Virtual Care Delivery setelah meraih pencapaian serupa pada tahun 2019. Sebagai perusahaan teknologi dengan misi menyederhanakan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, Halodoc terus berupaya untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Lanjutkan Membaca ↓