Kualitas Hidup Digital Indonesia Ada di Peringkat ke-71 dari 85 Negara

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 24 Agu 2020, 12:42 WIB
Diperbarui 24 Agu 2020, 12:43 WIB
Ilustrasi Internet, Digital, Gaya Hidu Digital
Perbesar
Ilustrasi Internet, Digital, Gaya Hidu Digital. Kredit: Nattanan Kanchanaprat via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Surfshark merilis laporan tahunan indeks Kualitas Hidup Digital atau Digital Quality of Life (DQL) 2020. Aspek yang diteliti oleh perusahaan perlindungan privasi ini termasuk kualitas internet, keterjangkauan, keamanan siber, layanan pemerintah online, dan infrastruktur elektronik.

Menurut laporan DQL 2020, 7 dari 10 negara dengan kualitas hidup digital tertinggi berada di Eropa, dan Denmark berada di puncak daftar ini di antara 85 negara. Sementara Indonesia menempati peringkat ke-71.

"Kemajuan digital negara mana pun dan pengalaman online orang-orang memiliki hubungan nyata dengan potensi ekonomi dan kesejahteraan penduduknya secara keseluruhan. Untuk mendemonstrasikan koherensi ini, kami melanjutkan proyek penelitian tahunan Kualitas Hidup Digital yang menyelidiki berbagai faktor yang memengaruhi pengalaman online orang-orang," ujar Dom Dimas, Head of DQL Research di Surfshark dalam pernyataan kepada Liputan6.com.

Kualitas Hidup Digital di Indonesia Tempati Peringkat ke 71 dari 85. Kredit: Surfshark

Tabel di atas menunjukkan skor Indonesia untuk setiap aspek yang diukur di penelitian ini. Soal keterjangkauan internet bagi warganya, Indonesia menduduki peringkat ke-30. Artinya, internet di Indonesia lebih murah daripada di 55 negara lainnya.

Namun, untuk aspek kualitas internet dan infrastruktur elektronik, Indonesia menduduki sepuluh peringkat terbawah, tepatnya di posisi ke-76. Pada aspek keamanan siber, Indonesia menempati posisi ke-54, sementara layanan pemerintahan online di Indonesia menduduki peringkat ke-74.

Sebagai perbandingan secara umum, di kawasan Amerika, Kanada menjadi negara dengan kualitas hidup digital tertinggi. Kemudian Jepang berada di puncak daftar di kawasan Asia.

Lalu di antara negara-negara di Afrika, Afrika Selatan paling baik di antara negara lainnya, sementara Selandia Baru menjadi pemimpin di kawasan Oceania, yang juga mengungguli Australia.

Para peneliti juga mendapati bahwa Singapura memiliki internet pita lebar dengan kualitas terbaik di dunia, diikuti oleh Swedia dan Belanda. Sementara Israel, Kanada, dan Azerbaijan menjadi negara di mana layanan internet paling terjangkau bagi warganya.

2 dari 3 halaman

Temuan lainnya

Peta Kualitas Digital Quality of Life 2020
Perbesar
Peta Kualitas Digital Quality of Life 2020. Kredit: Surfshark

Adapun temuan utama dari penelitian ini juga termasuk beberapa aspek berikut:

  • Wabah Covid-19 berdampak signifikan pada stabilitas internet. Menurut laporan, 49 dari 85 negara mengalami penurunan kualitas seluler dan layanan internet pita lebar di 44 negara juga menurun karena kebijakan Work-From-Home.
  • Ketidaksetaraan tinggi dalam hal keterjangkauan: orang-orang di 75 persen negara penelitian harus bekerja lebih dari rata-rata global untuk dapat menikmati internet.
  • Keamanan siber, infrastruktur elektronik, dan layana pemerintah online memiliki korelasi lebih signifikan dengan kualitas hidup digital daripada pendapatan domestik bruto per kapita.
3 dari 3 halaman

Tautan Laporan Lengkap

Penelitian DQL meneliti total populasi lebih dari 6,3 miliar orang dalam dua belas indikator yang dikelompokkan menjadi lima pilar. Studi ini didasarkan pada informasi yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bank Dunia, Freedom House, International Communications Union, dan sumber data publik lainnya.

20 negara teratas dalam indeks DQL 2020 adalah (dalam urutan menurun): Denmark, Swedia, Kanada, Prancis, Norwegia, Belanda, Inggris Raya, Israel, Jepang, Polandia, Finlandia, Singapura, Estonia, Austria, Swiss, Jerman, Selandia Baru, Spanyol, Australia, dan Italia.

Laporan lengkap DQL 2020 dapat ditemukan pada halaman https://surfshark.com/dql2020.

Lanjutkan Membaca ↓