4 Tanda Smartphone Kamu Disusupi Malware dan Cara Mengatasinya

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 03 Agu 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 03 Agu 2020, 07:00 WIB
Malware Baru Android
Perbesar
Mazar, malware yang mampu hapus data smartphone lewat SMS (Foto: PhoneArena)

Liputan6.com, Jakarta - Malware di perangkat Android kerap mengelabui pengguna. Misalnya saja sebuah aplikasi bernama Ads Blocker yang mengaku hadir dengan layanan untuk mengurangi iklan.

Namun, layanan ini malam menutupi layar ketika pengguna mengakses seuatu yang penting.

Nah, menurut peneliti keamanan, aplikasi ini bisa saja sebenarnya merupakan malware yang menayangkan lebih banyak iklan.

Ini baru satu aplikasi disusupi malware dan sangat mengesalkan buat pengguna. Jenis malware pun beragam, namun menurut peneliti perusahaan keamanan Malwarebytes Nathan Collier, inti dari malware adalah "mereka berupaya mendapatkan uang."

Menurut Collier, malware jenis adware seperti Ads Blocker merupakan satu jenis malware paling banyak dan umum ditemui di Android. Ada juga malware yang mencoba mencuri data-data pribadi pengguna.

Malware pun dapat membingungkan dan membuat pengguna tidak nyaman saat memakai smartphone. Padahal, pengguna pun tak yakin apa yang menimpa smartphone mereka.

Peneliti Malwarebytes menyebut, pihaknya menemukan hampir 200 ribu Malwaredi smartphone pengguna pada Mei dan Juni lalu.

Peneliti Keamanan di Lookout Adam Bauer pun menyebut, malware biasanya meminta izin akses agar mendapatkan informasi sensitif. Aplikasi berisi malware juga biasanya tetap berjalan di background meski sedang tidak dipakai.

2 dari 4 halaman

Indikasi Smartphone Kena Malware

Android malware
Perbesar
Android malware (ist.)

Adapun indikasi (tanda-tanda) smartphone terkena malware bisa dilihat dari 4 hal berikut ini, seperti dikutip dari Cnet, Minggu (2/8/2020).

1. Pengguna sering sekali melihat iklan di smartphone-nya, tak peduli aplikasi apa saja yang dibuka, pengguna kerap melihat iklan.

2. Ketika pengguna memasang sebuah aplikasi, ikon aplikasi itu tiba2 hilang dan tak bisa ditemukan.

3. Baterai smartphone sangat boros, cepat habis melebihi biasanya, saat sebelum ada malware.

4. Ada berbagai aplikasi yang tidak pernah kamu lihat sebelumnya di smartphone (aplikasi asing yang mungkin tidak pernah kamu unduh).

Nah, jika kamu merasakan keempat indikasi di atas, bisa saja smartphone kamu terkena malware.

3 dari 4 halaman

Cara Hentikan Malware di Android

Dirancang Bebas, Google Akui Android Tidak Aman
Perbesar
Head of Android Google Sundar Pichai mengatakan jika ia berada di bisnis menciptakan malware, ia kemungkinan akan menargetkan Android juga.

Lantas, bagaimana cara menghentikan serangan malware di smartphone kamu?

Pertama yang harus dipastikan adalah seluruh software yang ada di perangkat harus diperbarui.

Para peneliti keamanan melihat, memperbarui OS dan aplikasi adalah langkah penting untuk melindungi perangkat dan akun mereka.

Jika malware masuk ke smartphone, pengguna bisa memperbarui OS, misalnya ke Android 10 atau Android 11 --yang akan datang-- untuk menambal kerentanan dan memutus akses ke software berbahaya. Update juga mencegah malware tak bekerja sejak awal.

Kedua, kamu bisa meninjau izin akses apa saja yang kamu berikan ke aplikasi-aplikasi yang terpasang. Dalam hal ini pengguna harus jeli, perlukah sebuah aplikasi gim mengakses fitur pesan?

Jika dirasa tak perlu, tentu itu menjadi sebuah tanda. Pastikan untuk selalu memeriksa izin akses yang diminta oleh sebuah aplikasi.

4 dari 4 halaman

Hapus Aplikasi dan Jangan Instal dari Sumber Tak Jelas

Begini Cara Menangkal Malware Jahat di Smartphone
Perbesar
Foto: Ilustrasi malware di smartphone (ibitimes.co.uk)

Ketiga, hapus aplikasi yang terpapar malware. Tentu ini bisa sangat menipu, ada satu aplikasi yang mungkin bisa dihapus langsung.

Namun ada juga aplikasi yang sulit dihapus dan butuh beberapa langkah ekstra.

Jika menemukan yang seperti ini, pengguna bisa browsing dan melihat pengalaman pengguna lain untuk mendapat tips yang bermanfaat.

Keempat, pengguna bisa mempertimbangkan untuk memasang antivirus di perangkatnya.

Kelima, sebelum terpapar malware, pastikan pengguna mengunduh aplikasi hanya Google Play Store dan bukan dari pihak ketiga yang tidak terjamin keamanannya.

(Tin/Isk)

 

Lanjutkan Membaca ↓