Microsoft Tunda Negosiasi Soal Akuisisi TikTok Gara-Gara Donald Trump

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 02 Agu 2020, 14:43 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 14:44 WIB
Ilustrasi TikTok, Aplikasi TikTok.
Perbesar
Ilustrasi TikTok, Aplikasi TikTok. Kredit: antonbe via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft menunda negosiasi dengan ByteDance terkait akuisisi TikTok. Penundaan ini kabarnya karena ada ketidaksetujuan dari Presiden AS Donald Trump atas akuisisi ini.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, mengutip laporan orang-orang terdekat dengan masalah ini, Microsoft dan ByteDance tengah dalam "pembicaraan lanjutan" atas potensi penjualan TikTok.

Pada saat yang bersamaan, Trump disebut-sebut menentang keputusan akuisisi TikTok oleh Microsoft.

Mengutip Business Insider, Minggu (2/8/2020), kepada wartawan, Presiden Trump menyebut, dirinya lebih suka melarang aplikasi TikTok ketimbang memberikan dukungan atas akuisisi tersebut.

Ia bahkan telah mengancam untuk memblokir TikTok melalui perintah eksekutif yang disebut-sebut akan dikeluarkan minggu ini.

Sebelumnya, Reuters melaporkan, ByteDance sepakat untuk mendivestasi TikTok di AS agar aplikasinya bisa tetap beroperasi di negara tersebut. Microsoft pun dilaporkan akan mengambil alih sepenuhnya operasional TikTok di AS.

Salah satu sumber menyebut, ketidaksetujuan Presiden Trump atas akuisisi TikTok oleh Microsoft merupakan sebuah hal mengejutkan.

Pasalnya, seorang sumber sebelumnya menyebutkan, pemerintah Trump ingin TikTok dimiliki oleh perusahaan Amerika jika ingin tetap diizinkan beroperasi di AS.

2 dari 3 halaman

Kesepakatan Belum Mati

Kantor Microsoft
Perbesar
Kantor pusat Microsoft

"Kesepakatan ini belum mati. Namun kedua perusahaan mencari informasi lebih terkait langkah yang akan diambil White House untuk TikTok," tulis laporan The Wall Street Journal.

Sebagai informasi, Jumat lalu presiden Trump menggaungkan ancamannya untuk melarang operasional TikTok di AS d depan para reporter.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelumnya memang mengungkapkan perhatiannya atas TikTok yang dianggap terkait dengan Tiongkok.

TikTok juga dianggap saling berbagi data pengguna dengan Partai Komunitas Tiongkok. TikTok pun berulang kali membantah tudingan tersebut.

3 dari 3 halaman

Respons TikTok atas Pelarangan

ilustsrasi aplikasi TikTok.
Perbesar
ilustsrasi aplikasi TikTok. (iStockphoto)

GM TikTok AS Vanessa Pappas merespon kata-kata Trump atas pelarangan aplikasi ini.

"Kami telah mendengar curahan dukungan Anda dan kami ingin mengucapkan terima kasih. Kami tak berencana untuk pergi kemana pun," kata Pappas kepada para pengguna.

Pappas menyebut, TikTok merupakan rumah bagi para kreator untuk berekspresi dan terhubung dengan orang lain.

"Kami sangat bangga dengan semua komunitas yang menyebut TikTok sebagai rumah mereka," ucap Pappas.

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓