India 'Buru' 275 Aplikasi Tiongkok untuk Diblokir, PUBG dan Resso Masuk Daftar

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 27 Jul 2020, 14:39 WIB
Diperbarui 27 Jul 2020, 15:51 WIB
PUBG Mobile
Perbesar
PUBG Mobile bakal kehadiran zombie mode di update terbarunya, kapan? (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah India membuat daftar berisi sejumlah aplikasi Tiongkok yang akan diperiksa terkait kasus pelanggaran keamanan nasional dan privasi pengguna.

Total, ada 275 aplikasi Tiongkok yang akan diperiksa karena dituding telah mengumpulkan data pengguna di India. Hal ini dilakukan sebagai upaya India memperketat perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di negaranya.

Perkembangan ini menyusul diblokirnya 59 aplikasi Tiongkok bulan lalu oleh pemerintah India. Dari jumlah ini, aplikasi populer TikTok masuk dalam daftar, seiring meningkatnya ketegangan kedua negara.

Kini, dalam 275 aplikasi Tiongkok yang masuk dalam daftar pemeriksaan, ada aplikasi gim mobile populer yang dirilis oleh Tencent, yakni PUBG. Demikian sebagaimana dikutip dari Economic Times, Senin (27/7/2020).

Selain PUBG, aplikasi lain yang juga diperiksa adalah aplikasi besutan Xiaomi Zili, AliExpress dari Alibaba, hingga aplikasi Resso dan U Like, keduanya adalah aplikasi milik pembesut TikTok, ByteDance.

"Pemerintah mungkin bakal memblokir semuanya atau sebagian dari yang ada di daftar," kata salah satu sumber yang mengaku dekat dengan masalah ini.

2 dari 3 halaman

Orang India Banyak Pakai Aplikasi Tiongkok

PUBG Mobile
Perbesar
PUBG Mobile (Dok.PUBG Mobile/Tencent Games)

Sayangnya, juru bicara dari kementerian terkait tak merespon permintaan wawancara wartawan soal kabar ini. Sumber resmi menyebut, peninjauan terhadap aplikasi-aplikasi Tiongkok ini bertujuan untuk mengidentifikasi aplikasi-aplikasi Tiongkok dan siapa yang memiliki (mendanainya).

"Beberapa aplikasi ini telah ditandai karena alasan keamanan. Sementara yang lainnya telah masuk daftar karena berbagai pelanggaran berbagi data dan masalah privasi," kata seorang pejabat memberikan penjelasan.

Sebelumnya pada pertengahan Juni lalu, pemerintah India juga memblokir 59 aplikasi. Pemblokiran TikTok dkk itu disebabkan karena masalah keamanan nasional dan privasi data.

Sekadar informasi, perusahaan Tiongkok disebut-sebut memiliki 300 juta pengguna unik di India. Hal ini mengindikasikan bahwa setidaknya, dua per tiga pengguna smartphone di India telah mengunduh aplikasi Tiongkok.

3 dari 3 halaman

Aplikasi Tiongkok yang Kemungkinan Kena Blokir

Clash of Clans
Perbesar
google.com

Di antara berbagai aplikasi Tiongkok, kini ada 14 aplikasi Mi milik Xiaomi dan yang kurang dikenal seperti Capcut dan FaceU. Aplikasi asal Tiongkok lain meliputi Meitu, LBE Tech, Perfect Corp, Sina Corp, Netease Game, hingga Yoozoo Global.

Masuk dalam daftar, ada pula perusahaan bernama Supercell (pembesut gim Hay Day, Clash of Clans, hingga Clash Royale) yang berbasis di Helsinki, Finlandia. Supercell didanai oleh raksasa teknologi Tingkok, Tencent.

Seorang pejabat senior pemerintah menyebut, pemerintah sekarang tengah meresmikan proses pelarangan dan kementerian terkait sudah diminta untuk membuat aturan dan edaran untuk mengawasi aplikasi yang beroperasi di India. "Seperangkat aturan atau prosedur mungkin butuh waktu, tapi kini tengah diproses," kata pejabat tersebut.

Sementara itu, pejabat di kementerian eletronik dan teknologi informasi menyebut, pemerintah tak serta merta memblokir ratusan aplikasi, tetapi mengikuti proses yang benar.

"Ada prosesnya, ada komite pemerintah terkait pelarangan tersebut. Jika pemerintah telah menentukan, kementerian elektronik dan teknologi informasi akan bertindak," katanya.

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓