Fitur Baru Lalamove Siap Dukung UMKM Berbisnis di New Normal

Oleh Agustinus Mario Damar pada 17 Jul 2020, 09:30 WIB
Diperbarui 17 Jul 2020, 09:30 WIB
Lalamove
Perbesar
Layanan Lalamove untuk mendukung pelaku bisnis beradaptasi dengan pola konsumen di masa new normal. (Doc. Lalamove)

Liputan6.com, Jakarta - Lalamove, startup logistik berbasis teknologi, meluncurkan kampanye baru bertajuk 'Deliver Possibilities Faster'. Lewat kampanye ini, Lalamove ingin mendukung pelaku UMKM meraih peluang baru dan menjangkau konsumen lebih luas.

Seperti diketahui, saat ini bisnis mulai berangsur normal, setelah sempat terhenti selama kurang lebih tiga bulan. Kondisi ini membuat banyak pelaku bisnis mengandalkan platform logistik untuk menjangkau konsumen dan memperoleh pemasukan.

"Oleh sebab itu, dengan perubahan perilaku konsumen dibutuhkan jasa pengiriman yang cepat dan dapat diandalkan seiring banyaknya konsumen yang beralih ke e-commerce," tutur Managing Director Lalamove Indonesia Andi Rizki dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (16/7/2020).

Sebagai bagian dari kampanye ini, Lalamove menawarkan pengiriman yang mudah dan cepat bagi kebutuhan bisnis. Lewat 40 ribu pengemudi yang tersedia dan beroperasi di wilayah Jabodetabek, startup ini siap memenuhi kebutuhan pengiriman on-demand maupun terjadwal.

Salah satu fitur yang dihadirkan adalah Multi-Stop. Lewat fitur ini, pelaku bisnis dapat meningkatkan pengiriman dengan melakukannya ke banyak titik dalam satu kali pesanan.

Tidak hanya itu, perusahaan kini juga menerima pembayaran cash-on-delivery, sehingga memungkinkan mereka menawarkan metode pembayaran lebih beragam bagi konsumen.

Harapannya dengan sejumlah fitur, Andi menuturkan, Lalamove dapat memfasilitasi pelaku bisnis mulai beroperasi dan mulai berdapatasi di kondisi new normal, bahkan memperoleh hasil lebih maksimal.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Libatkan Micro Influencer

Dok; Lalamove Indonesia
Perbesar
Dok; Lalamove Indonesia

Sebelumnya, untuk menyebarluaskan kampanye 'Deliver Possibilities Faster' dan menginspirasi para pemilik bisnis, sejumlah micro influencer pun turut dilibatkan.

Hal itu dilakukan, sebab menurut Andi, dengan adanya pandemi Covid-19, banyak bisnis kecil yang beralih ke platform digital maupun e-commerce untuk bisa tetap bertahan.

Maka dari itu, layanan pengiriman yang terjangkau dan dapat diandalkan menjadi sangat penting di tengah pasar yang sangat kompetitif ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mayoritas Perusahaan Besar di Indonesia Ubah Model Bisnis ke Digital

Ilustrasi karyawan
Perbesar
Ilustrasi karyawan. Kredit: Werner Heiber via Pixabay

Tidak hanya pelaku bisnis UMKM, survei iCIO Community mengungkap bahwa pandemi Covid-19 telah mendorong perusahaan dan organisasi di Indonesia untuk mempercepat upaya mengadopsi model bisnis berbasis digital.

Dalam laporan bertajuk "Indonesia CIO Priorities Survey During Pandemic COVID 19 & Beyond", survei dengan rentang waktu 12 hingga 16 Juni itu mencakup tiga aspek, yakni pengaruh pandemi Covid-19 pada ekonomi dan bisnis, belanja TIK, serta prioritas transformasi perusahaan dan organisasi pascapandemi.

Survei itu berlangsung secara daring dengan 10 pertanyaan dan melibatkan 50 CIO dari berbagai industri mulai perbankan, asuransi, layanan kesehatan, pemerintahan, manufaktur, logistik, telekomunikasi, pendidikan, ritel, minyak & gas hingga transportasi

Hampir seluruh CIO pesimistis pandemi akan berlangsung singkat. 39 persen CIO berpendapat pembatasan aktivitas bisnis dan penerapan cara bekerja baru seperti physical distancing dan work from home akan berlangsung lebih dari satu tahun, 37 persen lainnya berpendapat itu akan berlangsung selama 6 hingga 8 bulan, dan 24 lainnya berpendapat itu akan berlangsung 9 hingga 10 bulan.

Selain itu, 49 persen CIO juga menyatakan work from home masih akan diterapkan kepada 25-50 persen karyawan hingga satu tahun ke depan.

Namun, penerapan New Normal juga menghadirkan tantangan dan mendorong perusahaan dan organisasi untuk beradaptasi dan menerapkan model bisnis baru berbasis digital. 57 persen CIO menyatakan mengubah model bisnis ke digital harus segera dilakukan, jika perusahaan atau organisasi mereka ingin bertahan dan bisa terus tumbuh.

(Dam/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya