Terkait Pemblokiran di India, TikTok Tegaskan Keamanan Data Pengguna

Oleh Andina Librianty pada 04 Jul 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 04 Jul 2020, 18:00 WIB
ilustsrasi aplikasi TikTok.
Perbesar
ilustsrasi aplikasi TikTok. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - TikTok menegaskan sangat menjaga keamanan data para pengguna India setelah ia masuk ke dalam daftar aplikasi yang diblokir pemerintah India. Beberapa hari lalu, pemerintah India memblokir 59 aplikasi Tiongkok, termasuk TikTok.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (4/7/2020), Chief Excutive Officer TikTok, Kevin Mayer melalui sebuah surat kepada pemerintah India pada 28 Juli 2020 mengatakan pemerintah Tiongkok tidak pernah meminta data para pengguna. 

"Saya bisa mengonfirmasi pemerintah Tiongkok tidak pernah meminta apa pun kepada kami terkait data pengguna India. Jika pun kami menerima permintaan seperti itu di masa depan, kami tidak akan mengikutinya," tulis Mayer dalam surat tersebut.

Perusahaan mengklaim TikTok tidak tersedia di Tiongkok. Namun, jejaring sosial berbagi video ini milik perusahaan asal Tiongkok, ByteDance. Seiring popularitasnya, TikTok kini tengah agresif mengembangkan layanannya di berbagai negara di dunia, termasuk India.

2 dari 3 halaman

Rencana Pertemuan TikTok dan Pemerintah India

Aplikasi TikTok
Perbesar
Aplikasi TikTok di Google Play Store. (Doc: Google Play Store)

Menurut sumber informasi, surat Mayer dikirim sebelum pertemuan antara pihak TikTok dan pemerintah India pada pekan depan.

TikTok bersama dengan 58 aplikasi Tiongkok lain termasuk WeChat dan UC Browser, telah dilarang di India pada pekan ini. Hal ini disebabkan bentrokan perbatasan dengan Tiongkok.

3 dari 3 halaman

Waktu Pemblokiran

Seorang sumber dari internal pemerintah mengatakan, pemblokiran terhadap TikTok kemungkinan tidak akan dicabut dalam waktu dekat ini. Pemblokiran dilakukan karena kekhawatiran India terhadap keamanan nasional.

Pemblokiran TikTok dilaporkan membuat kesal para pengguna. Seperti diketahui, TikTok memiliki pengguna yang banyak di negara tersebut.

Pemblokiran ini sekaligus membuka peluang untuk pesaing lokal TikTok di India, Roposo. Jumlah pengguna baru Roposo mengalami peningkatan 22 juta dalam 48 jam setelah pemblokiran diberlakukan.

TikTok telah berkomitmen mengucurkan dana USD 1 miliar di India. Sejak dirilis pada 2017, TikTok menjadi salah satu aplikasi media sosial dengan pertumbuhan tercepat. India merupakan pasar terbesar dari sisi jumlah pengguna, diikuti AS.

Mayer melalui suratnya menyinggung soal investasi perusahaan di negara tersebut, termasuk jumlah karyawan.

"Privasi pengguna kami, serta keamanan dan kedaultan India sangat penting bagi kami. Kami telah mengumumkan rencana kami untuk membangun pusat data di India," kata Mayer.

(Din/Why)

Lanjutkan Membaca ↓