Mark Zuckerberg Yakin Gerakan Pengiklan Boikot Facebook Segera Berakhir

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 03 Jul 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 03 Jul 2020, 18:00 WIB
Mark Zuckerberg
Perbesar
CEO Facebook Mark Zuckerberg (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Liputan6.com, Jakarta - Facebook diboikot oleh ratusan pengiklan gara-gara dianggap tidak becus menangani ujaran kebencian di platformnya. Namun, baru-baru ini bos Facebook Mark Zuckerberg menyakini bahwa gerakan boikot pengiklan terhadap perusahaannya akan segera berakhir.

Berdasarkan laporan dari The Information, pendiri sekaligus CEO Facebook melihat gerakan boikot dari merek ternama seperti Starbucks dan Coca Cola merupakan masalah PR (public relation) semata dan bukan ancaman serius.

"Kami tidak akan mengubah kebijakan atau pendekatan dalam hal apa pun karena ancaman atas segelintir pendapatan kami," kata Zuckerberg, seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari The Guardian, Jumat (3/7/2020).

Dia mengatakan, alih-alih masalah ekonomi yang besar, gerakan boikot yang diserukan pengiklan merupakan masalah reputasi dan kemitraan semata.

"Dugaan saya, seluruh pengiklan (yang melakukan boikot) akan kembali beriklan di platform Facebook sesegera mungkin," tutur Zuckerberg sebagaimana dilaporkan.

Ketika pernyataan Zuckerberg ini dikonfirmasikan ke juru bicara Facebook, mereka menyebut menangani masalah dengan serius.

2 dari 3 halaman

Menghargai Keputusan Para Pengiklan

[Bintang] Mark Zuckerberg
Perbesar
Tawa Mark Zuckerberg sebelum dirundung masalah pencurian data pengguna Facebook. (AFP/JUSTIN SILLIVAN)

Pihak Facebook juga menyebut, mereka menghargai masukan dari para mitranya.

"Kami membuat kemajuan nyata dalam hal menjaga kebencian dari platform kami dan tidak mendapatkan manfaat dari konten kebencian," kata juru bicara Facebook.

Sebelumnya, Rabu lalu, lebih dari 500 perusahaan menghentikan iklan mereka di Facebook dan menekan jejaring sosial tersebut untuk lebih tegas dalam menangani ujaran kebencian.

Mark Zuckerberg juga setuju untuk bertemu dengan perwakilan pengiklan dalam beberapa minggu ke depan.

3 dari 3 halaman

Pendapatan Iklan Facebook Turun Hingga USD 70 Miliar

Mark Zuckerberg
Perbesar
Mark Zuckerberg, Founder sekaligus CEO Facebook, banyak disalahkan sebagian pihak karena membiarkan penggunanya membagikan tautan berita hoax di Facebook. (Doc: Wired)

Namun, belum diketahui bagaimana sikap Zuckerberg atas tuntutan para pengiklan. Bahkan sampai timbul pertanyaan, siapa yang lebih tergantung pada siapa. Apakah Facebook yang lebih membutuhkan pengiklan atau pengiklan yang memerlukan Facebook.

Ini adalah pertama kalinya Facebook "ditinggalkan" oleh ratusan pengiklan sekaligus. Berbagai merek besar bersatu memboikot Facebook, seiring aksi protes masyarakat atas isu rasial yang terjadi beberapa pekan ke belakang.

Gara-gara boikot ini pula, kabarnya pendapatan iklan Facebook terjun USD 70 miliar tahun ini.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓