PANDI dan Seniman Yogya Siapkan Platform untuk Pekerja Seni Indonesia

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 02 Jul 2020, 13:00 WIB
Diperbarui 02 Jul 2020, 13:00 WIB
Ilustrasi Situs Web, Internet, Website. Kredit: FirmBee via Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Situs Web, Internet, Website. Kredit: FirmBee via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 berdampak terhadap semua jenis pekerjaan, tak terkecuali seniman. Sektor industri kreatif yang di dalamnya termasuk pekerja seni menjadi salah satu sektor paling terdampak.

Risang Yuwono, selaku Inisiator Pameran daring dan penciptaan situs web e-Commerce karya seni pertama di Indonesia, mengungkapkan bahwa di Yogyakarta terdapat lebih dari 700 komunitas atau sanggar yang kehilangan ruang ekpresi akibat kebijakan PSBB dan anjuran berdiam diri di rumah guna menekan mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

Kebijakan tersebut telah menghantam pekerja seni. Lebih dari 400 event tertunda bahkan terancam dibatalkan. Berkaca pada hal itu, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggandeng Koperasi Seniman dan Budayawan Yogya (KOSETA), membangun konsep dan cara berjejaring berbasis teknologi.

Garin Nugroho selaku kurator "Resoilnatioin" menyatakan, program ini merupakan respons atas wabah yang harus dihadapi oleh pekerja seni.

Maka, KOSETA pun menggagas upaya bertajuk "RESOILNATION" untuk menuju "Resolusi Seni menghadapi Pandemi Covid-19". Di dalamnya terdapat satu payment gateway platform dan online submission yang beralamat di situs web www.Resoilnation.id.

Risang Yuwono yang juga merupakan Direktur Program Resoilnation menyatakan kolaborasi antara PANDI dan KOSETA adalah bentuk upaya untuk menjaga eksistensi pekerja seni. Dia berharap ini akan memberikan nilai tambah secara ekonomi dan ketahanan pangan bagi pelaku seni.

"Tak hanya soal Eksistensi, kita juga membuka wacana pameran dengan sistem legal yang komprehensif untuk mengajarkan seniman betapa pentingnya infrastruktur HAKI di tengah lemahnya sistem Perlindungan Hak Cipta di Indonesia," kata Risang dikutip dari keterangan resmi, Kamis (2/7/2020).

2 dari 3 halaman

Out of the box

Di kesempatan lain, Yudho Giri Sucahyo selaku Ketua PANDI, merasa tertantang untuk ikut terlibat dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pameran ini.

"Nilai tambah dari pameran ini di luar logika umum, out of the box, karena seluruh karya yang terjual akan dikelola untuk penciptaan lahan–lahan pertanian baru. Kegiatan ini diharapkan akan mendukung program ketahanan pangan di tengah ancaman pandemi yang bersama belum dapat kita ketahui dan efek domino yang mengancam keberlangsungan ekonomi dan sosial budaya," ujar Yudho.

PANDI menjalin kemitraan strategis dengan penyedia jasa telekomunikasi Citrahost dalam bentuk hibah Domain dan Hosting, serta pembuatan situs web Resoilnation. Selepas pameran, para mitra juga akan menggelar pelatihan daring bagi 50 seniman guna membangkitkan "visibilitas" seniman Indonesia di era digital ini.

3 dari 3 halaman

Apresiasi GKR Mangkubumi

GKR Mangkubumi menyatakan apresiasinya terhadap kolaborasi antara PANDI dan KOSETA sebagai sebuah transformasi dunia kreatif.

"Saya melihat di era sekarang ini diperlukan sebuah usaha yang tidak kalah inovatif dari negara-negara maju di dunia, tak lain agar pelaku seni di Indonesia bisa bersaing dengan dunia internasional," kata GKR Mangkubumi di sela-sela pertemuan dengan PANDI di Yogyakarta.

Lebih jauh, GKR Mangkubumi berharap pelaku seni dapat bangkit di tengah Pandemi ini.

"Kita tahu, pandemi ini memukul semua sektor, termasuk sektor kreatif yang sangat dirasakan oleh pelaku seni. Saya berharap program ini bisa menjadi titik balik munculnya kreativitas baru dengan sentuhan digital," kata dia.

Program ini mendapat banyak perhatian dari banyak seniman yang menyatakan akan terlibat di dalamnya, seperti Klowor Waldiyono, Hani Santana, Kukuh Nuswantoro, Lully Tutus, Sindu Cutter, Lanjar Jiwo, dan lainnya. Rencananya Resoilnation dibuka secara daring pada 25 juli 2020 mendatang.

Lanjutkan Membaca ↓