Google Phone Akan Bisa Deteksi Saat Nomor Bisnis Menelepon

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 30 Jun 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 30 Jun 2020, 08:33 WIB
Ponsel Google
Perbesar
Salah satu pengunjung mencoba Pixel 2 XL di SFJAZZ Center, California, Rabu (4/10). Ponsel Pixel 2 dibanderol seharga Rp 8,7 juta, sementara Pixel 2 XL sekitar Rp 11,4 juta. Produk ini tersedia dipasaran 15 November 2017 mendatang. (AP Photo/Jeff Chiu)

Liputan6.com, Jakarta - Google tengah menguji pilot project fitur Verified Calls yang ada pada aplikasi Google Phone. Uji coba dilakukan di Brasil.

Diketahui, dengan uji coba ini, penerima panggilan akan mendapatkan informasi jika ada nomor entitas atau organisasi bisnis yang menghubunginya. Informasinya mulai dari nama perusahaan, logo, sampai ke alasan menelepon.

Mengutip laman The Verge, Selasa (30/6/2020), fitur ini diketahui pertama kali dari laman dukungan Google yang dilihat oleh Android Police. Pihak Google sendiri memberikan konfirmasi atas hal ini.

Rupanya, fitur Verified Calls ini mengandalkan upaya proaktif dari organisasi bisnis yang menginput nomor teleponnya ke Google dan pengguna yang mendaftarkan nomor teleponya di akun Google.

Begitu juga, alasan panggilan yang dikurasi berdasarkan data-data Google. Kemudian, informasi-informasi tentang si penelepon akan di-push langsung ke aplikasi Google Phone.

Jika ada detail informasi, aplikasi Google Phone akan memberikan tanda "Panggilan Terverifikasi."

"Di Brasil, kami tengah menguji coba sebuah fitur di aplikasi Google Phone yang memverifikasi panggilan-panggilan dari nomor bisnis," kata Google dalam pernyataannya.

2 dari 3 halaman

Belum Tahu Kemampuannya

Kantor Google
Perbesar
Kantor Google di Australia. Dok: theaustralian.com.au

Google lebih lanjut menyebut, kini pihaknya tengah menguji coba fitur ini dan belum ada informasi spesifik mengenai kemampuan fitur ini.

Google mengatakan, fitur tersebut bisa membantu orang mengetahui identitas asli dari orang yang menghubungi mereka.

Jika fitur Verified Calls benar dirilis, tentu bakal sangat membantu para pengguna. Tak hanya mendeteksi siapa yang menelepon, tetapi juga mengetahui perlu atau tidaknya sebuah panggilan yang masuk untuk dijawab.

Fitur "Panggilan Terverifikasi" ini bakal memberi informasi ke pengguna, apakah mereka ditelepon oleh marketing bank atau spam jenis lainnya.

Meski dalam laman dukungan Google menyebut fitur ini aktif secara otomatis (by default), ada sejumlah keterbatasan yang dibawanya.

3 dari 3 halaman

Berbagai Keterbatasan di Fitur Verified Calls

Kantor Baru Google di Berlin
Perbesar
Suasana ruang makan pada hari pembukaan kantor baru raksasa mesin pencari internet, Google, di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Misalnya, Verified Calls bergantung pada upaya proaktif dari entitas atau organisasi bisnis untuk memberikan informasinya ke Google. Artinya, tidak semua panggilan tanpa lambang verifikasi adalah spam.

Google juga menyebut, layanannya hanya bekerja di aplikasi Google Phone. Artinya fitur ini tidak akan tersedia secara luas di seluruh smartphone Android.

Tidak hanya itu, fitur Verified Calls juga mengandalkan upaya pengguna mendaftarkan nomor telepon mereka ke akun Google masing-masing.

Google menyebut, akan menghapus nomor telepon pengguna dan alasan sebuah panggilan dibuat dalam waktu beberapa menit setelah panggilan dinyatakan terverifikasi.

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓