Semua Toko Ritel Fisik Microsoft Tutup Permanen

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 29 Jun 2020, 12:53 WIB
Diperbarui 29 Jun 2020, 12:53 WIB
Papan Nama Booth Microsoft di Computex 2017. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Papan Nama Booth Microsoft di Computex 2017. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft telah mengumumkan akan menutup semua toko ritel fisiknya secara permanen.

Langkah ini terpaksa ditempuh setelah perusahaan mulai menutup toko-toko itu pada akhir Maret karena Pandemi Covid-19.

Mengutip Venture Beat, Senin (29/6/2020), perusahaan mengatakan para karyawan toko fisiknya akan dipindahkan ke corporate hubs. Mereka akan menangani penjualan, pelatihan, dan dukungan jarak jauh bagi para pelanggan Microsoft.

Ke depannya perusahaan akan berfokus pada toko digital di Microsoft.com dan melalui Windows dan Xbox. Secara kolektif, toko-toko digital itu menjangkau sekitar 1,2 miliar orang di seluruh dunia.

2 dari 3 halaman

Microsoft Matikan Layanan Mixer

Sebelumnya Microsoft mengumumkan kabar besar terkait layanan streaming gim milik mereka, yakni Mixer.

Rencananya, perusahaan bentukan Bill Gates itu akan menutup layanan streaming gim tersebut setelah diumumkan pertama kali pada Januari 2016.

Sebagai pengganti Mixer di masa mendatang, Microsoft akan mengandeng Facebook Gaming untuk menyediakan layanan streaming gim baru, sebagaimana dikutip dari Gamerant, Selasa (23/6/2020).

Walau baru berusia empat setengah tahun, Mixer sudah menjadi "rumah" bagi sejumlah streamer kenamaan di dunia, dan memiliki kurang lebih 4 juta kanal unik di platform tersebut.

3 dari 3 halaman

Cukup mengejutkan

Keputusan Microsoft untuk menggandeng Facebook Gaming merupakan kabar yang cukup mengejutkan, mengingat banyak streamer gim ternama yang bergabung di Mixer.

Adapun beberapa streamer ternama bergabung di Mixer, termasuk Ninja dan Shroud yang bila digabungkan kedua follower mereka mencapai 4 juta dan ditonton sebanyak 90 juta kali.

Lanjutkan Membaca ↓