Top 3 Tekno: Pendaftaran PPDB Banjir Keluhan Tuai Perhatian

Oleh Iskandar pada 26 Jun 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 26 Jun 2020, 11:30 WIB
PPDB untuk SDN di Kota Bogor Dibuka
Perbesar
Guru memakai pelindung wajah melayani calon orang tua siswa yang mengalami kesulitan mendaftar secara online saat pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021di SDN Pengadilan I Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/6/2020). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Banyak orangtua mengeluh terkait pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sejumlah keluhan bahkan disampaikan pengguna via Twitter.

Berita ini pun menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (25/6/2020) kemarin.

Informasi lain yang juga populer datang dari Free Fire yang menghadirkan Mode Rampage 2.0 dan membagikan gun skin gratis.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Pendaftaran PPDB Banjir Keluhan Teknis

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) banjir keluhan. Di Twitter, misalnya, banyak pengguna yang mengeluhkan masalah teknis yang mereka alami.

"ksjsksksksk papa aku sampe nonjok laptop saking keselnya sama ppdb," ujar pemilik akun @classifychewy.

Pemilik akun @yvntaenie juga menyatakan masalah serupa sambil mencolek akun resmi @PPDBDKI1

Baca selengkapnya di sini

2. Free Fire Hadirkan Mode Rampage 2.0 dan Bagikan Gun Skin Gratis

Garena menghadirkan mode terbaru di Free Fire, yakni Rampage 2.0. Ia sejatinya merupakan mode lama, tetapi mendapat sejumlah pembaruan, sehingga meningkatkan pengalaman bermain pengguna.

Selain itu, pada pembaruan ini seluruh pemain juga akan mendapatkan Bundle dan Gun Skin gratis. Caranya, para pemain harus mengikuti dan menyelesaikan event khusus di dalam gim ini.

"Di mode ini, sambil berusaha bertahan dari serangan musuh, pemain ditantang untuk menguasai 3 poin (A,B,C) dan mengumpulkan skor. Ketiga poin ini lokasinya ini tersebar di seluruh map di dalam game," kata juru bicara Free Fire, dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Kamis (25/4/2020).

Baca selengkapnya di sini

 

2 dari 2 halaman

3. Menakar Peluang Pembelajaran Jarak Jauh di Era New Normal

Ilustrasi e-learning, belajar online, belajar daring
Perbesar
Ilustrasi e-learning, belajar online, belajar daring. Kredit: Geralt via Pixabay

Pandemi Covid-19 tak dimungkiri turut berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar siswa di Indonesia. Seperti diketahui, kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan tatap muka, kini dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh.

Menyambut adaptasi kehidupan baru ini pula, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Keputusan Bersama 4 Menteri juga telah mengeluarkan panduan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemi Covid-19.

Salah satu poin dalam Surat Keputusan Bersama itu adalah larangan melakukan Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka di 94 persen wilayah Indonesia yang berada di zona merah, oranye, dan kuning.

Baca selengkapnya di sini 

(Isk/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓