Inggris Kurangi Keterlibatan Huawei di Proyek Jaringan 5G

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 26 Mei 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 26 Mei 2020, 09:00 WIB
Logo Huawei
Perbesar
Huawei (Foto: Huawei)

Liputan6.com, Jakarta - Huawei merupakan salah satu perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi, termasuk untuk jaringan 5G. 

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana untuk mengurangi keterlibatan Huawei di proyek jaringan 5G di Inggris setelah pandemi Covid-19.

Mengutip Telegraph, Selasa (26/5/2020), secara bertahap keterlibatan perusahaan Tiongkok itu akan mencapai nol persen pada tahun 2023.

Terkait hal ini, Boris menyebut telah menginstruksikan para pejabat terkait untuk menyusun rencana kebijakan.

Boris juga sebelumnya telah menyerukan supaya Inggris menjadi lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada Tiongkok di beberapa sektor.

2 dari 2 halaman

Tanggapan Huawei

Adapun wacana untuk meninjau ulang kesepakatan dengan Huawei, pada awalnya mengemuka di antara anggota parlemen Partai Tory yang mengkritik investasi Tiongkok sejak pandemi global Covid-19, yang berasal dari Wuhan.

Menanggapi hal ini, salah satu petinggi Huawei, Victor Zhang, menyatakan ini tidak masuk akal.

Kepada Financial Times, Victor menyebut Inggris menggandeng Huawei karena memerlukan "teknologi terbaik, lebih banyak pilihan, inovasi, dan lebih banyak pemasok."

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online