3 Pengumuman Penting di Red Hat Summit 2020

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 19 Mei 2020, 16:40 WIB
Diperbarui 19 Mei 2020, 17:06 WIB
Logo Red Hat

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini telah berlangsung Red Hat Summit 2020, acara global tahunan di bidang teknologi yang digagas oleh perusahaan penyedia solusi teknologi open source Red Hat.

Tersebab pandemi Covid-19, acara yang seharusnya dilaksanakan di San Fransisco, AS itu terpaksa dialihkan ke ruang maya. Namun, menurut Country Manager Red Hat Indonesia Rully Moulani, peralihan ini di sisi lain justru meningkatkan jumlah peserta acara tersebut.

"Biasanya kalau in-person, partisipan Red Hat Summit dihadiri sekitar tujuh hingga delapan ribu. Kemarin, meski enggak in-person, bisa reach jauh lebih banyak, sekitar delapan puluh ribu partisipan," ujar Rully dalam sesi konferensi video dengan awak media, Selasa (19/5/2020).

Rully menyebut di acara bertajuk "From here, anyhwere" itu perusahaan telah menggelar beberapa pengumuman penting terkait perkembangan solusi teknologi open source. Di sesi bersama awak media ini, Rully menyoroti tiga di antaranya.

Rully Moulany, Country Manager Red Hat Indonesia. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

"Yang pertama OpenShift Virtualization, Ini merupakan produk container platform dari RedHat. Sebetulnya ini bukan teknologi baru, bisa dibilang sudah sangat mature. Namun yang dilakukan oleh RedHat adalah membawa teknologi yang sudah cukup lama ini ke era baru, ke era lebih kekinian, era berbasis container," tutur Rully.

Dengan kata lain, Red Hat memindahkan aplikasi-aplikasi tradisional ke dalam lapisan inovasi terbuka, yang memungkinkan pelanggan untuk benar-benar bertransformasi sesuai kecepatan mereka tidak dibatasi oleh keadaan lock-in.

Kedua, Red Hat Advanced Cluster Management (ACM) for Kubernetes.

"ACM merupakan satu pilar yang bisa membuat RedHat menjadi management platform yang agnostik, sehingga bisa mengelola platform apa pun, termasuk dari kompetitor," ujar Rully.

ACM juga menyediakan titik kontrol tunggal yang disederhanakan untuk monitoring dan pengerahan cluster OpenShift berskala besar. Ini memungkinkan tata kelola berbasis kebijakan dan manajemen siklus hidup aplikasi.

Terakhir, perusahaan juga memperkenalkan Red Hat OpenShift 4.4. Ia merupakan platform terbaru dan antara lain memungkinkan pengalaman serupa layanan komputasi berbasis awan semisal DNS forwarding dan cost management.

2 dari 2 halaman

Inisiatif di tengah Pandemi Covid-19

Rully Moulany, Country Manager Red Hat Indonesia
Rully Moulany, Country Manager Red Hat Indonesia. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Selain itu, Rully juga menjelaskan beberapa inisiatif perusahaan di tengah pandemi Covid-19 untu berkontribusi terhadap karyawan, pengguna, dan komunitasnya.

Pertama, ada potongan harga 50 persen untuk layanan Technical Account Management (TAM) bagi pelanggan baru. Perusahaan juga memperpanjang siklus hidup produk di seluruh bagian portofolio Red Hat.

Selain itu, perusahaan berbasis di Raleigh, North Carolina, AS itu juga menggelar pelatihan gratis bagi pencari kerja dan pekerja yang untuk sementara dirumahkan karena pandemi Covid-19. Pelatihan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan SkillsBuild.org.

Terakhir, perusahaan juga menyebut semua pihak kini dapat mengakses kursus dan pelatihan online gratis tentang keterampilan dan teknologi sesuai permintaan. Perusahaan mengklaim telah memberikan lebih dari setengah juta kursus pelatihan online gratis selama bulan ini.

(Why/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓