Petinggi Disney+ Jadi CEO TikTok

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 19 Mei 2020, 13:50 WIB
Diperbarui 19 Mei 2020, 13:54 WIB
Ilustrasi TikTok

Liputan6.com, Jakarta - Petinggi layanan streaming Disney+ Kevin Mayer menjadi CEO Tiktok. Pria berusia 58 tahun itu akan bertugas menangani ekspansi global perusahaan.

Secara efektif, Kevin akan menjalankan perannya sebagai CEO perusahaan di bawah naungan Bytedance itu pada 1 Juni mendatang.

"Bytedance dan TikTok adalah peluang (bisnis) yang sangat kuat," kata Kevin dalam sebuah wawancara sebagaimana dikutip dari Wall Street Journal, Selasa (19/5/2020). "Saya pikir bisnis ini berkembang pesat dan memenuhi kebutuhan."

Lebih lanjut, Kevin menyatakan akan menumbuhkan berbagai lini bisnis Bytedance dan mencari peluang bisnis baru.

"(Lini bisnis) gim, musik muncul di benak saya. Video, sangat besar, adalah peluang yang menarik," tutur Kevin.

Di AS, Bytedance menghadapi tantangan berat dari anggota parlemen. Mereka antara lain mengkhawatirkan aplikasi TikTok akan berbagi data dengan otoritas di Tiongkok.

Namun, perusahaan membantah otoritas di Tiongkok melakukan intervensi terkait konten dan tidak ada data pengguna Amerika disimpan di Tiongkok.

2 dari 3 halaman

TikTok Sudah Diunduh Lebih dari 2 Miliar Kali

Bermain TikTok
Ilustrasi Aplikasi TikTok Credit: freepik.com

Selama pandemi global Covid-19 kelihatannya berkembang pesat. Hal ini terbukti dengan jumlah unduhannya yang terus naik saat masyarakat dunia harus karantina di rumah masing-masing.

Perusahaan analitik Sensor Tower melaporkan, platform video kreatif tersebut telah diunduh lebih dari dua miliar kali secara global.

Mengutip laman Tech Crunch, Kamis (30/4/2020), pada kuartal ini saja, TikTok diunduh 315 juta kali baik di App Store maupun Google Play.

Jumlah unduhan TikTok pada kuartal 1 2020 ini melampaui unduhan WhatsApp yang jumlahnya 250 juta kali.

3 dari 3 halaman

Paling banyak di India, Tiongkok, dan AS

Menurut Sensor Tower, jumlah unduhan TikTok paling banyak dilakukan oleh pengguna yang ada di India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Meski begitu, perlu dipahami jumlah unduhan 2 miliar ini tak sama dengan jumlah pengguna aktif.

"TikTok menjadi aplikasi pertama, di belakang Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Messenger yang berhasil melampaui 2 miliar unduhan sejak 1 Januari 2014," kata pihak Sensor Tower kepada Tech Crunch.

Sejumlah aplikasi dari Google --sang pengembang Android-- seperti Gmail dan YouTube telah diunduh lebih dari 5 miliar kali. Namun, kedua aplikasi ini memang selalu terpasang langsung (pre-installed) di kebanyakan smartphone dan tablet Android.

(Why/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓