Tiongkok Siap Balas Amerika Serikat yang Menekan Huawei

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 18 Mei 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 15:30 WIB
Logo Huawei

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Tiongkok menentang keras seluruh aturan baru Amerika Serikat terhadap Huawei.

Selain kecaman, Tiongkok juga bakal mengambil sejumlah langkah yang dibutuhkan untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan asal negerinya.

Mengutip laporan Reuters, Senin (18/5/2020), Menteri Perdagangan Tiongkok dalam pernyataannya menyebut, pihaknya menegaskan kepada Amerika Serikat untuk berhenti mengambil langkah yang keliru (terhadap Huawei).

Sekadar informasi, pemerintahan Presiden AS Donald Trump memblokir pasokan chip global dari AS kepada Huawei. Huawei juga dimasukkan ke daftar hitam.

Bahkan, pada Jumat lalu, pemerintah Presiden Trump juga memperpanjang larangan bisnis terhadap Huawei. Perpanjangan larangan bisnis terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok ini dilakukan hingga satu tahun ke depan, tepatnya Mei 2021.

2 dari 3 halaman

Bakal Balas AS

Presiden AS Donald Trump dalam briefing melawan Virus Corona (COVID-19) di Gedung Putih.
Presiden AS Donald Trump dalam briefing melawan Virus Corona (COVID-19) di Gedung Putih. Dok: Gedung Putih

Penyebab perpanjangan larangan karena pemerintah Amerika Serikat merasa masih ada ancaman terhadap keamanan nasional dan ekonomi dalam negeri.

Mengutip sebuah sumber, media Tiongkok Global Times, melaporkan bahwa pemerintah Tiongkok siap menempatkan perusahaan-perusahaan AS pada "daftar entitas perusahaan yang tidak dapat diandalkan" sebagai bagian dari tindakan balasan.

3 dari 3 halaman

Apple Bakal Masuk Daftar Hitam Tiongkok?

Huawei P9
Logo Huawei dan Leica terpampang jelas di acara peluncuran Huawei P9 di Battersea Evolution, London, Inggris (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Langkah balasan itu termasuk di antaranya mengadakan penyelidikan dan memaksakan pembatasan terhadap perusahaan AS seperti Apple, Cisco Systems, dan Qualcomm.

"AS telah menggunakan kekuatan nasional dan memakai kekhawatiran keamanan nasional sebagai alasan. AS juga menyalahgunakan kontrol ekspor untuk terus menekan beberapa perusahaan di negara lain," kata Kementerian Perdagangan Tiongkok dalam pernyataannya.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓