Selamat Hari Buruh Menggema di Twitter

Oleh Agustinus Mario Damar pada 01 Mei 2020, 08:39 WIB
Diperbarui 01 Mei 2020, 08:41 WIB
Upah Buruh Informal Perkotaan pada Agustus Naik 0,41 Persen
Perbesar
Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta, Senin (18/9). Badan Pusat Statistik menyebutkan upah harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Agustus 2017 sebesar Rp 84.362 per hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh yang dikenal dengan istilah May Day. Biasanya, ketika memperingati Hari Buruh, para pekerja akan berkumpul untuk menyuarakan aspirasinya.

Namun di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia seperti saat ini, kegiatan itu tidak dilakukan. Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Jumat (1/5/2020), keriuhan soal Hari Buruh menggema di Twitter.

Tagar May Day 2020 dan ucapan Selamat Hari Buruh berada di posisi puncak Trending Topic Twitter. Kebanyakan kicauan itu berisi ucapan bentuk peringatan Hari Buruh disertai harapan untuk buruh di Indonesia.

Topik lain yang juga banyak disuarakan terkait dengan Omnibus Law. Berikut ini sejumlah twit soal Hari Buruh yang kami rangkum dari Twitter.

2 dari 2 halaman

Serikat Pekerja: Presiden Jokowi Dengarkan Suara Buruh Soal RUU Cipta Kerja

Ilustrasi Omnibus Law
Perbesar
Ilustrasi Omnibus Law. Liputan6.com/Abdillah

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea tak kuasa menahan rasa harunya atas keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunda pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Jokowi secara pasti telah menyampaikan kepada DPR untuk menunda pembahasan tersebut hari ini, Jumat (24/4).

Andi Gani menjelaskan, proses perjalanan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini begitu panjang dan melelahkan. Ia yang merupakan sahabat dekat dan pendukung setia Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta bahkan dari awal sampai rela dicopot dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris BUMN PT PP karena menolak dengan keras aturan ini.

"Saya sangat terharu dengan keputusan ini. Dari awal saya sudah yakin bahwa Presiden Jokowi mendengarkan suara buruh. Bukan karena tekanan tapi benar-benar mendengarkan suara buruh," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Andi Gani mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi. Karena, memang mendengar apa yang menjadi keinginan buruh Indonesia. Atas dasar ini, MPBI memutuskan untuk membatalkan rencana aksi besar-besaran di seluruh Indonesia. 

Sebenarnya, kata Andi Gani, saat diundang datang ke Istana Negara pada Rabu (22/4) lalu bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban, sudah disampaikan bahwa Presiden Jokowi mendengar dan merespon dengan sangat baik suara buruh. Namun, dirinya tidak bisa mengungkapkan kepada publik sebelum Presiden Jokowi sendiri yang memutuskan.

(Dam/Why)

Lanjutkan Membaca ↓