Pemasukan Kuartal 1 2020 Microsoft Capai Rp 524 Triliun

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 30 Apr 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 30 Apr 2020, 14:30 WIB
Microsoft Store di New York
Perbesar
Microsoft Store di New York - Kredit: Microsoft

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft mengumumkan laporan perusahaan per Q1 2020. Mengutip keterangan resminya, pemasukan perusahaan berbasis di Redmond, AS itu secara umum meningkat 15 persen dari periode sebelumnya pada angka USD 35 miliar atau sekira Rp 524 triliun.

Dari angka tersebut, perusahaan meraih pendapatan bersih USD 10,8 miliar (Rp 162 triliun) atau sekitar 22 persen.

CEO Microsoft Satya Nadella menyebut transformasi digital selama dua tahun belakangan ini tampak jelas dampaknya dalam dua bulan terakhir di mana sebagian besar orang menggunakan layanan digital dalam menjalankan aktivitasnya.

"Dari kerja tim dan pembelajaran jarak jauh, hingga penjualan dan layanan pelanggan, hingga infrastruktur dan keamanan cloud, kami bekerja bersama pengguna setiap hari untuk membantu mereka beradaptasi," kata Satya.

Dia menyebut model bisnis perusahaan bersifat tahan lama. Selain itu, pria yang menjabat menjadi CEO Microsoft sejak Feburari 2014 itu mengatakan perusahaan memiliki diversifikasi portofolio yang baik.

Lebih lanjut, layanan Commercial Cloud memiliki kontribusi tinggi terhadap pemasukan Q1 2020.

"Commercial Cloud menghasilkan USD 13,3 miliar, naik 39 persen dari tahun ke tahun," kata Amy Hood, wakil presiden eksekutif dan CFO dari Microsoft.

Di segmen Productivity and Business Processes and Intelligent Cloud, perusahaan menyebut penggunaan cloud meningkat tajam, terutama di Microsoft 365 termasuk Teams, Azure, Windows Virtual Desktop, solusi keamanan canggih, dan PowerPlatform. Hal ini terjadi karena banyak pelanggan bekerja dan belajar dari rumah yang memanfaatkan layanan mereka.

2 dari 2 halaman

Semua Acara Microsoft Sampai Juni 2021 Bakal Berlangsung Online

Diwartakan sebelumnya, Microsoft termasuk salah satu perusahaan teknologi besar yang membatalkan sejumlah acara karena pandemi Covid-19 di dunia. Perusahaan pun dilaporkan harus mengubah semua rencana acaranya dalam setahun ke depan.

Dilansir GSM Arena, Jumat (3/4/2020), Microsoft dalam sebuah pernyataan resmi dilaporkan akan menyesuaikan seluruh kalender acara dan strateginya. Semua acara Microsoft sampai Juni 2021 dilaporkan akan disiarkan secara online.

Mengenai sisa 2020, perusahaan disebut mengambil kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai platform baru untuk memberikan pengalaman digital berkualitas tertinggi.

Berdasarkan informasi dari sumber, Ignite The Tour, MVP Summit 2021 dan Build 2021 juga termasuk dalam rencana baru Microsoft tersebut. Semuanya akan disiarkan secara live streaming.

Microsoft telah membatalkan MVP Summit 2020 yang dijadwalkan berlangsung pada bulan lalu di Seattle. Hal yang sama juga dialami Inspire 2020, yang dijadwalkan digelar di Las Vegas pada Juli 2020.

(Why/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓