Top 3 Tekno: Simulasi 3 Skenario Covid-19 Buatan Alumni Matematika UI Terpopuler

Oleh Iskandar pada 01 Apr 2020, 08:32 WIB
Diperbarui 01 Apr 2020, 08:32 WIB
FOTO: [FEATURE] Jakarta Melawan COVID-19
Perbesar
Relawan membagikan masker kepada pejalan kaki di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (17/3/2020). Sebanyak 3.000 masker dibagikan secara gratis sebagai salah satu bentuk keprihatinan sekaligus berpartisipasi dalam upaya mencegah penyebaran virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Empat orang alumni Program Studi Matematika Universitas Indonesia (UI) membuat simulasi pandemi Covid-19 di Indonesia dengan tiga skenario.

Berita ini menjadi yang terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com, Selasa (31/3/2020) kemarin.

Berita lain yang tak kalah populer datang dari Lembaga Riset Telematika, Sharing Vision, memprediksi jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini bisa mencapai lima kali lipat dari data yang dirilis pemerintah.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Alumni Matematika UI Buat Simulasi 3 Skenario Pandemi Covid-19 di Indonesia

Tim peneliti yang terdiri dari empat orang alumni Program Studi Matematika Universitas Indonesia (UI)--Barry Mikhael Cavin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Yonatan Hamonangan, dan Imanuel M. Rustijono--membuat simulasi pandemi Covid-19 di Indonesia dengan tiga skenario.

Simulasi yang menggunakan model bernama SIRU--Susceptible, Infected, Reported, dan Unreported--ini antara lain merujuk pada sebuah penelitian mengenai kasus Covid-19 di Tiongkok yang berjudul "Understanding Unreported Cases in the COVID-19 Epidemic Outbreak in Wuhan, China, and the Importance of Major Public Health Interventions". Selain itu, simulasi ini menggunakan data kasus akumulatif dari 2 hingga 29 Maret yang dirilis di kawalcovid19.id.

Susceptible berarti seseorang mungkin saja tertular dan ini bisa berlaku bagi siapa pun. Infected berarti seseorang sudah terinfeksi tetapi belum menunjukkan gejala (periode inkubasi).

Baca selengkapnya di sini

2. Sharing Vision Prediksi Kasus Positif Covid-19 di Indonesia 5 Kali Lipat Lebih Tinggi

Lembaga Riset Telematika, Sharing Vision, memprediksi jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini bisa mencapai lima kali lipat dari data yang dirilis pemerintah.

Per 30 Maret 2020, angka kasus-kasus terkonfirmasi (confirmed cases) yang dirilis pemerintah mencapai 1.414 kasus dengan rincian 122 orang meninggal dan 75 orang sembuh.

Lembaga riset berbasis di Bandung itu melakukan simulasi model dinamika penyebaran virus dengan persamaan diferensi orde 30, nonlinier dengan umpan balik positif.

Baca selengkapnya di sini

 

2 dari 2 halaman

3. 12 Langkah Gojek Ringankan Beban Driver Ojol yang Terdampak Covid-19

12 Langkah Gojek Ringankan Beban Driver Ojol yang Terdampak Covid-19. Dok: Gojek Indonesia
Perbesar
12 Langkah Gojek Ringankan Beban Driver Ojol yang Terdampak Covid-19. Dok: Gojek Indonesia

Gojek terus berupaya membantu para mitra driver ojol (ojek online) untuk memastikan keberlangsungan mata pencaharian mereka di tengah penurunan aktivitas masyarakat kala pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Gojek memiliki 12 program atau inisiatif yang beberapa di antaranya akan dikelola dengan menggunakan Dana Bantuan Mitra Gojek.

Dana tersebut senilai Rp 100 miliar, yang mana terkumpul dari donasi jajaran manajemen senior Gojek sebesar 25 persen gaji tahunan mereka serta pengalihan anggaran kenaikan gaji tahunan karyawan.

Baca selengkapnya di sini

(Isk/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓