Top 3 Tekno: Google Tanya Soal Gejala Covid-19 ke Pengguna Jadi Sorotan

Oleh Iskandar pada 27 Mar 2020, 10:30 WIB
Diperbarui 27 Mar 2020, 10:30 WIB
Liputan 6 default 2
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan6

Liputan6.com, Jakarta - Google menanyakan seputar gejala Covid-19 ke pengguna, apakah di rumahnya ada yang demam, disertai sakit tenggorokan, dan batuk.

Google melakukan survei ini melalui aplikasi Opinion Reward. Berita ini pun menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (26/3/2020) kemarin.

Berita lain yang juga jadi soroan datang dari Netflix dan Facebook yang memangkas trafik data di India.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpoluler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Bantu Prediksi Persebaran Virus Corona, Google Tanyakan Gejala Covid-19 ke Pengguna

Google menyebut, sudah tiga hari ini mereka mensurvei kesehatan sejumlah pengguna. Hal ini dilakukan atas permintaan peneliti di Carnegie Mellon University untuk tujuan memprediksi penyebaran infeksi virus corona.

Google melakukan survei ini melalui Opinion Reward, sebuah aplikasi yang bertukar tanggapan survei dari Google untuk kredit terhadap toko aplikasi.

Lewat aplikasi ini, Google menanyakan ke pengguna, apakah di rumahnya ada yang demam, disertai sakit tenggorokan dan batuk. Demikian menurut sebuah pertanyaan yang dilihat Reuters.

Baca selengkapnya di sini

2. Netflix dan Facebook Bakal Pangkas Trafik Data di India

Netflix dan Facebook mengungkapkan akan mengurangi jumlah data layanan mereka untuk mengatasi kepadatan jaringan telekomunikasi di India.

Penggunaan internet di India dilaporkan melonjak disebabkan lockdown di tengah pandemi virus Corona.

Dilansir Reuters, Kamis (26/3/2020), Netflix akan mengurangi trafik telekomunikasi di India sebesar 25 persen selama 30 hari ke depan.

Baca selengkapnya di sini

 

2 dari 2 halaman

3. Trafik Grup Video Call di Facebook Melonjak 70 Persen Gara-Gara Virus Corona

Ilustrasi Facebook
Perbesar
Ilustrasi Facebook (iStockPhoto)

Mewabahnya virus corona di seluruh dunia membuat banyak orang harus menghabiskan waktu di rumah masing-masing, terpisah dari orang lain.

Komunikasi jarak jauh melalui group video call pun menjadi sarana untuk saling terhubung di tengah penyakit menular ini.

Tidak heran penyedia platform group video call mendapati ada lonjakan trafik di layanannya. Hal ini diakui oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Baca selengkapnya di sini

(Isk/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓