Facebook Prediksi Ada Perubahan Tren Konsumen saat Ramadan di Tengah Covid-19

Oleh Agustinus Mario Damar pada 26 Mar 2020, 12:24 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 15:36 WIB
Ilustrasi Facebook

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan tidak dimungkiri menjadi salah satu momen yang paling dinanti umat muslim di Indonesia. Dalam momen ini, masyarakat seperti biasa sudah menyiapkan berbagai hal mulai kebutuhan puasa hingga Idul Fitri.

Oleh sebab itu, Ramadan juga menjadi salah satu momen penting bagi pebisnis di Indonesia. Hanya dengan mewabahnya Covid-19, Facebook memprediksi akan ada perubahan tren dalam bisnis di Indonesia.

"Berdasarkan riset yang kami lakukan bersama Kantar, menjelang Ramadan penjualan hampir di semua kategori itu meningkat, mulai dari makanan, perhiasan, fashion," tutur Head of Marketing Facebook Indonesia Hilda Kitti dalam sesi Facebook Live, Kamis (26/3/2020).

Namun di tengah pandemik ini, Hilda mengatakan akan ada perubahan tren yang terjadi di konsumen. Terlebih, dari 80 persen responden mengatakan khawatir dengan penyebaran Covid-19 saat ini.

Salah satu yang mungkin terdampak, menurut Hilda, adalah bisnis travel. Padahal, bisnis travel menjadi salah satu yang terbesar di Ramadan tahun lalu.

"Tahun lalu, travel itu industri yang sangat meningkat di Ramadan, tapi tahun ini dengan travel yang sangat dibatasi, tentu akan sangat berdampak," tutur Hilda menjelaskan.

Lebih lanjut Hilda menuturkan, dalam dua minggu terakhir di Februari, survei Facebook ini juga menunjukkan ada peningkatan belanja online sebesar dua puluh persen, begitu juga dengan pesan makan online naik 14 persen.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan Facebook dengan menunjuk Kantar untuk melakukannya secara online. Survei ini dilakukan pada 951 responden untuk mengetahui cara orang menghadapi Ramadan dan termasuk aktivtasnya sehari-hari di bulan ini.

2 dari 3 halaman

Pebisnis Mulai Terapkan Strategi yang Tepat

Facebook
(ilustrasi/guim.co.uk)

"Survei kami juga memperlihatkan ada 52 persen responden yang mengurangi aktivitas di luar rumah, sedangkan ada 48 persen yang mulai membeli produk kebersihan," ujarnya melanjutkan.

Kendati demikian, Hilda mengatakan, ada beberapa bisnis yang mungkin tidak terlalu berubah, seperti fashion. Alasannya, Idul Fitri dan Ramadan merupakan momen yang sangat dinanti-nanti umat Muslim di Indonesia.

"Fashion masih mungkin menjadi industri yang baik sebab meski di rumah, orang-orang tentu masih memiliki semangat Idul Fitri. Begitu pula produk kesehatan," tutur Hilda.

Oleh sebab itu, Hilda pun menyarankan agar pebisnis mulai mencari strategi yang tepat untuk menyasar konsumen di tengah kondisi saat ini.

3 dari 3 halaman

Facebook Bakal Donasikan Rp 1.632 Miliar untuk UMKM Terdampak Virus Corona

Facebook
Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)

Sebelumnya, Facebook mengumumkan akan berdonasi senilai USD 100 juta (setara Rp 1.632 miliar) untuk pelaku UMKM yang bisnisnya terdampak pandemik virus corona.

Facebook menyebut, pihaknya memahami sebagian bisnis UMKM mengalami gangguan akibat penyakit Covid-19.

"Kami tahu, sedikit dukungan finansial bisa membantu, jadi kami menawarkan USD 100 juta dalam bentuk hibah tunai dan kredit iklan untuk membantu selama masa sulit ini," kata Facebook, sebagaimana dikutip dari CNBC, Jumat (20/3/2020).

Facebook menyebut, hibah tersebut bakal mengkover 30.000 pelaku bisnis UMKM di 30 negara. Rata-rata, per pelaku bisnis UMKM mendapatkan dana sebesar USD 3.333 (setara Rp 54,3 juta).

Facebook berharap, bantuan ini bisa membantu bisnis yang mengalami penurunan lalu lintas tajam. Pasalnya, bagi Facebook bisnis UMKM menyumbang sebagian kecil dari pendapatan iklannya.

(Dam/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓