Ketika Nama Sinyal Operator Jadi Stay Safe, di Rumah Aja, dan di Rumah Lebih Baik

Oleh Andina Librianty pada 25 Mar 2020, 11:55 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 11:58 WIB
Kartu SIM atau SIM Card HP

Liputan6.com, Jakarta - Smartfren menambahkan pesan di Operator ID (nama sinyal) menjadi 'Smartfren-Stay Safe'.

Penambahan Operator ID tersebut merupakan pesan pengingat untuk pelanggan agar tetap aman dan terhindar dari virus Corona.

Presdir Smartfren, Merza Fachys, mengungkapkan Smartfren - Stay Safe merupakan imbauan khusus dari Smartfren untuk berhati-hati dan tetap waspada.

Operator ID Smartfren - Stay Safe (Foto: Ist)

"Kami merasa, perang melawan Covid-19 ini adalah tugas bersama yang harus dipikul semuanya. Tujuan menambahkan pesan yang sifatnya mengajak melalui Operator ID ini adalah untuk mengingatkan kepada pelanggan untuk berperan aktif dan tetap menjaga diri dari penyebaran wabah Covid-19, senada dengan anjuran pemerintah dalam melakukan physical distancing supaya tetap aman dan tidak terjangkit virus tersebut," jelas Merza dalam keterangan resminya, Rabu (25/3/2020).

Merza menambahkan, sudah menjadi kewajiban operator untuk mengingatkan pelanggannya agar tetap waspada dan patuh terhadap anjuran yang diberikan pemerintah.

Operator ID Smartfren- Stay Safe ini akan terus hadir hingga waktu yang ditentukan kemudian.

Tak hanya Smartfren, Telkomsel menambahkan nama sinyal 'DiRumahAja' dan XL Axiata 'DiRumahLebihBaik'.

2 dari 3 halaman

Pemerintah Evaluasi Work From Home 14 Hari Terkait Corona Covid-19

Tes Corona Pemain Barito Putra
Gelandang Barito Putra asal Serbia, Danilo Sekulic, menjalani screening suhu tubuh di RS Sari Mulia, Banjarmasin. (Dokumentasi Barito Putra/Gatot Susetyo)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meminta masyarakat Indonesia dapat menerapkan kerja, sekolah, dan beribadah di rumah saja dalam 14 hari, terhitung mulai 16 Maret hingga 31 Maret 2020 selama pandemi virus Corona atau Covid-19.

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri, Safrizal Za, menyampaikan penyebaran Covid-19 di Tanah Air terus naik hari demi hari. Itulah alasan masyarakat diminta disiplin membatasi interaksi sosial atau social distancing.

"Tujuan social distancing ini adalah menekan angka jangan statistik terus naik melalui penyebarna orang ke orang. Nanti akan dipantau apakah work from home ini berjalan efektif tidak," tutur Safrizal di Kantor Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020).

Menurut Safrizal, sudah seharusnya masyarakat tidak ngeyel dan mau berdiam diri di rumah sementara. Pasalnya, jika penerapan 14 hari social distancing untuk mencegah penyebaran virus Corona tidak juga berhasil, maka pemerintah akan menentukan langkah yang lebih tegas.

"Kalau tidak, perlu ada tindakan lebih disiplin lagi dalam membatasi masyarakat. Kalau tidak disiplin tidak akan efektif," jelas dia.

 

3 dari 3 halaman

Perlunya Kerjasama Semua Pihak

Ilustrasi Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona. (Bola.com/Pixabay)

Safrizal menekankan perlunya kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah hingga para pelaku usaha. Rumah sakit yang ada di Indonesia perlahan penuh pasien dan jika terus bertambah, maka semakin sulit virus Corona atau Covid-19 tertangani.

"Covid-19 ini penyebarannya sangat cepat. Solusinya membatasi kita kontak sesama pihak. Lakukan social distancing di mana saja. Harus dilakukan bersama-sama baru 14 hari itu berlaku efektif. Kalau tidak, maka efek ping-pong akan terjadi. Daerah lain turun, lainnya naik. Terus begitu, maka dari itu disiplin," tutur Safrizal.

(Din/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Unboxing dan First Impression Galaxy S20 Ultra