Susul Netflix, Facebook dan Instagram Batasi Kualitas Video di Eropa

Oleh Agustinus Mario Damar pada 23 Mar 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 23 Mar 2020, 12:03 WIB
Instagram dan Facebook

Liputan6.com, Jakarta - Facebook baru saja mengumumkan akan mengurangi kualitas video yang ada di platform-nya maupun Instagram untuk pengguna di Eropa. Untuk diketahui, Netflix juga sudah melakukan hal serupa.

Langkah ini diambil untuk mengurangi meningkatnya permintaan jaringan akibat banyak warga yang disarankan untuk beraktivitas di rumah selama pandemik Covid-19 ini.

Dikutip dari Engadget, Senin (23/3/2020), juru bicara perusahaan mengatakan baik Facebook dan Instagram akan mengurangi bitrate video di Eropa untuk sementara.

Langkah ini diambil untuk membantu para rekanananya mengatur bandwidth sehingga layanan mereka tetap dapat berjalan normal. Meski ada pengurangan bitrate, perusahaan memastikan layananya tetap berjalan normal.

"Untuk membantu mengurangi potensi kepadatan jaringan, kami akan mengurangi bitrates video di Facebook dan Instagram di Eropa untuk sementara waktu," tutur juru bicara perusahaan.

Langkah ini memang terbilang masuk akal, sebab jumlah pengguna media sosial tersebut di Eropa terbilang besar. Laporan terakhir pada pertengahan 2019 mencatat Facebook memiliki pengguna harian 288 juta di Eropa.

Berbekal jumlah pengguna yang makin besar ditambah kebijakan untuk beraktivitas di rumah, wajar ada kemungkinan mereka akan lebih banyak mengakses media sosial, termasuk Facebook dan Instagram.

2 dari 3 halaman

Netflix dan YouTube Batasi Kualitas Streaming di Eropa

Cara Agar Anda Bisa Streaming Sepuasnya di Netflix
Cara Agar Anda Bisa Streaming Sepuasnya di Netflix (Netflix)

Netflix dan YouTube akan membatasi kualitas streaming selama 30 hari di wilayah Uni Eropa untuk menghindari clogging di server dan peningkatan tagihan listrik. Hal ini dilakukan mengikuti permintaan dari pihak Eropa.

Dilansir dari GSM Arena, Minggu (22/3/2020), permintaan untuk layanan online mengalami peningkatan tinggi pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penyebabnya, isolasi dan karantina mandiri yang tengah diberlakukan terkait penyebaran virus Corona di wilayah Eropa.

Netflix diungkapkan akan mengurangi konsumsi data sebesar 25 persen, tapi pengguna tetap akan mendapatkan kualitas gambar cukup bagus. Biasanya, satu jam video streaming di versi standar (480p) mengonsumsi sekira 1GB data, sedangkan HD bisa mencapai 3GB per jam.

YouTube mengatakan telah terjadi beberapa puncak peningkatan, tapi memutuskan untuk mengambil langkah lebih dahulu dan meminimalkan tekanan pada sistem. YouTube disebut untuk sementara mengalihkan semua trafik di Uni Eropa ke versi standar secara default.

Kedua perusahaan mengungkapkan rencana mereka setelah melakukan panggilan telepon dengan European Commissioner untuk Internal Market, Thierry Breton. Ia memuji kedua perusahaan, dan mengatakan mereka mengambil tindakan sangat cepat. Breton menilai langkah ini akan menjaga kelancaran fungsi internet selama krisis Covid-19.

3 dari 3 halaman

Netflix Rilis Fitur Daftar 10 Konten Terpopuler

Netflix
Netflix diberbagai perangkat. (Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar)

Lebih lanjut, Netflix sebelumnya menambahkan fitur agar para pengguna bisa menonton berdasarkan popularitas konten-konten yang ada.

Dilansir Phone Arena, Netflix merilis fitur top 10 list alias daftar 10 teratas populer. Bagi yang sudah mendapatkan fitur tersebut, maka akan melihat bagian baru yang menampilkan daftar 10 teratas di negara masing-masing.

Netflix mengungkapkan, film atau serial tersebut akan diperbarui setiap hari dan posisinya akan bervariasi tergantung relevansinya bagi setiap pengguna.

Selain daftar 10 konten top tersebut, Netflix juga menambahkan dua fitur lain yaitu daftar 10 serial dan film teratas. Keduanya akan tersedia ketika pengguna mengakses tab film dan acara TV.

Setiap film atau serial yang berada di daftar 10 teratas akan memiliki lencana khusus, sehingga pengguna dapat mengenalinya ketika membuka Netflix.

Fitur ini sebelumnya telah menjalani pengujian di Meksiko dan Inggris selama enam bulan terakhir. Fitur tersebut diyakini sangat berguna bagi pengguna, sehingga Netflix memutuskan merilisnya ke lebih banyak negara.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓