Quipper Buka Akses Learning Management System untuk Fasilitasi Belajar Online

Oleh M Hidayat pada 18 Mar 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 18 Mar 2020, 08:00 WIB
Quipper School
Perbesar
Quipper School, Learning Management System dari edtech startup Quipper

Liputan6.com, Jakarta - Quipper sebagai salah satu mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga turut berpartisipasi dalam menawarkan platform dan layanan belajar online untuk peserta didik di daerah terdampak virus corona yang diliburkan sementara. 

Quipper membuka akses gratis berupa video pembelajaran dan materi soal pada Learning Management Systems (LMS) mereka, yaitu Quipper School, yang dapat diakses di https://www.quipper.com/id/school/.

Content Associate Manager Quipper Indonesia, Hanani Faiza menyebut Learning Managements System (LMS) dan konten gratis di Quipper School diharapkan dapat membantu guru dan peserta didik untuk dapat tetap menjalankan kegiatan belajar online secara efektif.

"Melalui inisiatif #BisaTetapBelajar ini, kami menyediakan sistem dan materi pembelajaran online secara gratis untuk guru dan siswa yang terkena dampak dari penutupan sekolah dikarenakan penyebaran COVID-19 di Indonesia," tutur Hanani, melalui keterangan tertulis. 

Para guru dan peserta didik, kata Hanani, diberi akses terhadap dari 10.000 video dan 75.000 soal untuk jenjang kelas 9 hingga kelas 12. 

Selain video dan soal, Quipper School juga memungkinkan guru untuk memberikan tugas, ujian, atau try out kepada siswa secara online. Ada pula fitur untuk mematau hasil kerja peserta didik. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Konten pelatihan bagi guru

Bagi guru, Quipper juga menyediakan konten video pelatihan yang diharapkan dapat menjadi salah satu sumber untuk mengasah kemampuan mengajar guru. 

Konten-konten itu antara lain mencakup video untuk menciptakan proses belajar mengajar yang dapat membangun kecakapan berpikir kritis, penggunaan bahasa yang efektif, dan sebagainya.

"Sejak tahun 2015 sudah banyak pelatihan gratis yang telah kita lakukan kepada guru-guru di seluruh Indonesia, untuk pemanfaatan learning management system bagi lebih dari 15.000 guru di lebih dari 1.000 sekolah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia," tutur Hanani.

(Why/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya