Bill Gates Ternyata Pernah Prediksi Penyebaran Virus Baru 5 Tahun Lalu

Oleh Agustinus Mario Damar pada 16 Mar 2020, 09:12 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 09:12 WIB
Bill Gates
Perbesar
Pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Bill Gates (AFP PHOTO/SAUL LOEB)

Liputan6.com, Jakarta - Bill Gates ternyata sudah pernah menyebut ancaman terbesar manusia di masa depan adalah pandemik virus. Meski tidak menyebut secara pasti virus Corona, prediksi itu sudah diungkapkan Bill lima tahun lalu.

Bill mengungkapkan prediksinya itu saat menjadi pembicara dalam acara TED Talk 2015. Dalam kesempatan itu, dia mengatakan masalah terbesar manusia berasal dari mikroba, bukan misil.

"Jika ada sesuatu yang dapat membunuh 10 juta orang dalam satu beberapa dekade, kemungkinan besar merupakan virus dengan infeksi tinggi, ketimbang perang," tutur Bill Gates seperti dikutip dari akun YouTube TED, Senin (16/3/2020).

Suami Melinda Gates itu juga menyoroti ketidaksiapan pemerintah dunia terhadap pandemik yang mungkin terjadi. Menurut dia, tidak banyak pemerintah yang berinvestasi pada sistem untuk menghentikan epidemik.

"Kita tidak siap untuk epidemik selanjutnya," tuturnya di kala itu. Dia pun sempat menceritakan, salah satu penyebaran ebola yang begitu cepat karena memang saat itu belum ada sistem untuk menanganinya.

Bill Gates juga menyoroti sistem kesehatan global yang dianggap belum menyiapkan sebuah perlakuan yang perlu dilakukan untuk menghadapi epidemik, mulai dari piranti hingga personel kesehatan.

2 dari 3 halaman

Prediksi soal Virus Baru

Bill Gates
Perbesar
Pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Bill Gates (AFP PHOTO/JOSHUA LOTT)

Pendiri Microsoft itu juga menyebut ada kemungkinan di masa depan ada virus berbeda dari yang ditemukan saat ini, seperti ebola.

Dia menuturkan, salah satu faktor yang membuat penyebaran ebola berhenti adalah penderitanya benar-benar harus istirahat, sehingga dia tidak menularkan virus tersebut. Namun di masa depan, hal itu dapat berbeda.

"Jadi selanjutnya, kita mungkin tidak terlalu beruntung. Ada orang yang terjangkit virus, tapi masih sehat meski terinfeksi, sehingga mereka bisa naik pesawat atau ke pasar," tuturnya lebih lanjut.

Sumber virus ini, menurut Bill, bisa saja merupakan epidemik alami, seperti ebola atau bioterorisme. Karena itu, dia mendorong agar pemerintah global membangun sistem respons yang sangat bagus untuk menghadapi hal ini.

Terlebih, saat ini manusia sudah memiliki teknologi, ilmu, dan kemajuan di bidang biologi yang dapat diberdayakan untuk membuat sistem semacam itu.

3 dari 3 halaman

Bill Gates: Kalau Virus Corona Mewabah di Afrika Bisa Lebih Parah dari Tiongkok

Bill Gates ( Foto: CNBC.com)
Perbesar
Bill Gates ( Foto: CNBC.com)

Sebelumnya, Bill Gates juga mengingatkan, jika virus Corona mewabah di Afrika, maka dampaknya bisa lebih parah dibandingkan dari Tiongkok.

Hal ini diucapkan Gates dalam sebuah presentasi di American Association for the Advancement of Science di Seattle, Amerika Serikat.

"Penyakit ini jika mewabah di Afrika, akibatnya akan lebih dramatis dibandingkan di Tiongkok. Meski kami sebisa mungkin telah meminimalisasi yang terjadi di Tiongkok," kata Bill Gates, dikutip dari Business Insider South Africa, Rabu (26/2/2020).

Gates menambahkan, belum diketahui apakah virus Corona bisa mencapai Afrika atau tidak. Tetapi jika iya, sistem kesehatan di sana akan kewalahan. Menurut Bill Gates, dampak potensial virus corona di sub Sahara-Afrika, bakal sangat dramatis.

Gates menambahkan, virus Corona bisa berevolusi menjadi pandemik.

Gates juga menyebut, virus Corona lebih mengkhawatirkan dari Ebola karena penyebarannya lebih cepat. Meski begitu, tingkat fatalitas dari virus corona Covid-19 ini 2 persen lebih rendah ketimbang Ebola.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓