Gmail Perketat Pemindaian dan Pemblokiran Lampiran Berbahaya

Oleh Liputan6.com pada 26 Feb 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 26 Feb 2020, 15:00 WIB
Ilustrasi Email, Gmail. Kredit: gabrielle_cc via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Gmail merupakan salah satu layanan Google yang menjadi target untuk tindak kejahatan dan ilegal.

Selain spam, penipuan dan phising, salah satu bentuk tindak kejahatan di email adalah file lampiran yang dapat membahayakan perangkat pengguna ketika diunduh dan dibuka.

Karena itu, Google memperketat mekanisme pemindaian dan pemblokiran lampiran di Gmail. Ini akan melengkapi fitur yang sudah ada sebelumnya, yakni spam filter dan kategorisasi email.

Dikutip dari laman Slash Gear, Rabu (26/2/2020), Google meyakini mereka mampu memproses 300 miliar lampiran setiap pekan. Namun perlu digarisbawahi, strategi yang peretas gunakan, terus berkembang dan kadang-kadang mereka berkembang lebih cepat upaya peningkatan keamanan Google.

Mempertimbangkan volume data lampiran yang harus diproses Google, kasus seperti ini cocok ditangani oleh AI dan machine learning karena mereka bisa belajar lebih cepat dari manusia, terutama ketika terlibat dengan sejumlah data besar.

2 dari 2 halaman

Google Siapkan Fitur Baru di Gmail

Diwartakan sebelumnya, Google akan memperkenalkan sebuah fitur baru yang memungkinkan penggunanya dengan mudah mencari email di Gmail.

Adapun fitur itu adalah search chips atau bubble pencarian yang akan mempersempit hasil pencarian pengguna, dan muncul di bawah kolom search, sebagaimana dikutip dari Ubergizmo, (24/2/2020).

Lebih lengkap, fitur ini memungkinan pengguna mencari email berdasarkan nama subjek atau keywords di kolom pencarian Gmail.

Search chip juga akan dipersempit dengan mengecualikan hal-hal seperti obrolan, tanggal pengiriman dan apakah yang dicari memiliki lampiran atau tidak.

Pengguna juga bisa menyaring email yang tidak terlalu penting seperti pembaruan kalender dan lain-lain.

"Dengan search chip kamu bisa mempersempit hasil pencarian dan dengan cepat menemukan apa yang dicari tanpa perlu memilah email yang tidak relevan dengan pencarian" kata Google.

(Fitriah Nurul Annisa/Why)

Lanjutkan Membaca ↓