Kompetisi PUBG Mobile Pro League 2020 Bakal Digelar di Indonesia

Oleh Agustinus Mario Damar pada 20 Feb 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 20 Feb 2020, 10:00 WIB
PUBG Mobile
Perbesar
PUBG Mobile x Resident Evil 2. (Doc: PUBG Mobile)

Liputan6.com, Jakarta - PUBG Mobile akan kembali mengadakan turnamen nasional bertajuk PUBG Mobile Pro League 2020 (PMPL 2020) di Asia Tenggara. Kompetisi ini ditujukan untuk tim profesional sekaligus menjadi akses untuk melaju ke PUBG Mobile Wolrd League 2020.

Nantinya, PMPL SEA 2020 akan menjadi turnamen profesional terbesar yang diadakan PUBG Mobile di Asia Tenggara. Ajang ini akan diadakan di Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Kompetisi PMPL SEA 2020 akan dibagi menjadi musim semi dan musim gugur. Liga ini akan dibuka dengan babak kualifikasi, dengan total 24 tim bersaing untuk 16 tempat di final PUBG Mobile Pro League 2020.

"PMPL 2020 adalah bentuk komitmen kami berkontribusi pada pengembangan esports. PMPL 2020 adalah struktur esports baru untuk pemain bergabung di panggung profesional tingkat negara," tutur Direktur Pemasaran PUBG Mobile Asia Tenggara, Oliver Ye, dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (20/2/2020).

PMPL 2020 menyediakan total hadiah hingga USD 1.500.000 untuk diperebutkan peserta sepanjang tahun. Meski digelar di negara yang disebutkan sebelumnya, PUBG Mobile masih kesempatan untuk tim profesional dari negara Asia Tenggara lain yang ingin melaju PMPL 2020.

"Mereka dapat bergabung dengan kualifikasi PMCO, akan ada enam slot untuk seluruh wilayah Asia Tenggara yang manju ke Liga Dunia Mobile PUBG," ujar Oliver lebih lanjut.

Bagi tim profesional yang tertarik, persyaratan untuk mengikuti turnamen ini dapat dilihat dari situs resminya. Beberapa syarat tersebut adalah usia minimun 16 tahun, lalu harus memiliki peringkat platinum atau di atasnya.

"Dengan PMPL 2020, diharapkan dapat menyebarkan sportivitas pada para pemain dan pecinta PUBG Mobile. Di masa depan, kami akan terus berkomitmen memberikan permainan dengan pengalaman yang positif dan memberikan pembaharuan terbaik," ujar Oliver.

2 dari 3 halaman

Server PUBG Mobile Down Gara-Gara Virus Corona

PUBG
Perbesar
Sukses di PC dan Konsol, PUBG Mobile Resmi Sambangi Perangkat Mobile. Liputan6.com/ Yuslianson

Sebelumnya, di tengah musim liburan Tahun Baru Imlek, banyak penduduk di China yang mengurung diri di rumah karena virus corona yang mematikan di Wuhan.

Untuk terhubung dengan teman dan keluarga, banyak dari mereka yang beralih ke gim online--salah satunya adalah PUBG Mobile.

Tiba-tiba lonjakan pemain membanjiri salah satu server milik Tencent (publisher PUBG) selama akhir pekan.

Sebagian besar dari mereka berusaha untuk bisa masuk ke Game for Peace, versi PUBG Mobile di China, sementara yang lain mengalami kesulitan untuk bergabung dalam pertandingan.

"Nonton film batal, kumpul-kumpul dibatalkan, sumber air panas pun tidak ada. Sekarang saya hanya ingin bermain gim, tetapi itu juga gagal," tulis salah seorang influencer di Weibo, Tiyuxiaoqiao sebagaimana dilansir Abacusnews, Selasa (28/1/2020).

Tencent kemudian segera menanggapi keluhan para gamer. Dalam sebuah posting-an do Weibo, perusahaan mengatakan bahwa mereka telah memperbaiki masalah dan berusaha untuk memperluas kapasitas server.

3 dari 3 halaman

Tencent Angkat Bicara

Turnamen Mobile Esports Cup 2019 di Mangga Dua
Perbesar
Penggiat game memadati lantai dasar Mangga Dua Mall di Jakarta, Minggu (17/3). Ratusan gamers ambil bagian dalam kompetisi game Mobile Legends dan PUBG Mobile bertajuk NXL Mobile Esports Cup 2019. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

"Antusiasme para gamer luar biasa, sehingga masalah kecil terjadi," kata perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut.

Tencent kemudian menawarkan pemain sejumlah hadiah berupa skin dalam gIM, termasuk 'kostum piyama kelinci' untuk menebus kesalahan.

Seorang pengamat mengatakan lonjakan trafik diperkirakan terjadi selama liburan Tahun Baru Imlek, mengingat banyak acara publik, atraksi, dan bioskop ditutup karena virus corona.

"Lonjakan trafik dalam gim online membeludak, tetapi Tencent mungkin bisa mengatasinya dengan cepat, meskipun keadaannya sangat luar biasa," kata Charlie Moseley, pendiri Chengdu Gaming Federation.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓