Dokter Gigi Minta Google Ungkap Identitas Penulis Ulasan Negatif

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 18 Feb 2020, 17:30 WIB
Diperbarui 18 Feb 2020, 17:30 WIB
Google

Liputan6.com, Jakarta - Seorang dokter gigi dan pengacaranya meminta Google untuk mengungkap identitas pengguna yang mengunggah ulasan negatif di laman bisnis sang dokter.

Mengutip laman Softpedia, Selasa (18/2/2020), dokter gigi Matthew Kabbabe menyebut, seorang pengguna internet dengan username CBsm 23 mengunggah ulasan negatif di laman Google miliknya.

Karena Google menolak untuk menghapus komentar tersebut, Kabbabe kemudian mencoba untuk mengambil jalan hukum atas masalah ini. Karena itu, sang dokter gigi harus mendapatkan detail pribadi pengguna itu dari Google, seperti nama, nomor telepon, alamat IP, dan lokasi metadata.

Pengacara Kabbabe Mark Stanarevic menjelaskan, gara-gara ulasan negatif dari pengguna tersebut, sang dokter gigi mengklaim menderita kerugian ribuan dolar.

"Terkadang orang hanya melihat satu atau dua ulasan jelek dan memutuskan untuk pergi ke tempat lain. Kami merasa Google punya tugas untuk mempedulikan bisnis kecil dan menengah orang terkait ulasan merusak semacam ini," kata si pengacara.

2 dari 3 halaman

Rugi Ribuan Dolar AS

Dirancang Bebas, Google Akui Android Tidak Aman
Head of Android Google Sundar Pichai mengatakan jika ia berada di bisnis menciptakan malware, ia kemungkinan akan menargetkan Android juga.

Ia lebih lanjut mengatakan, Google harusnya lebih transparan dengan aksi semacam ini.

"Kami ingin mengetahui siapa penulis ulasan anonim ini. Mereka telah menjatuhkan klien saya. Klien saya rugi ribuan dolar," tutur Stanarevic.

Google sendiri masih belum berkomentar apa pun terkait kasus ini. Bahkan, pengacara sang dokter gigi menyebut, Google harusnya memberikan respons resmi dalam beberapa pekan mendatang.

3 dari 3 halaman

Bakal Pengaruhi Sistem Ulasan

Ilustrasi Google Chrome
Ilustrasi Google Chrome. Kredit: Simon Steinberger via Pixabay

Ditanya terkait sanksi apa yang tepat bagi si pemberi ulasan anonim lewat VPN, Stanarevic mengklaim, penegak hukum memiliki alat untuk melacaknya.

"Jika kamu mencoba bersembunyi di balik anonimitas, bahkan lewat VPN, saya rasa sistem pengadilan bisa mencari tahu dan ada banyak cara untuk mengumpulkan informasi-informasi," tutur Stanarevic.

Ke depannya pun perlu dilihat apakah Google memang harus memberikan informasi yang diperlukan atau tidak. Jika benar, hal ini akan secara signifikan berpengaruh terhadap cara kerja sistem ulasan, sehingga membuat banyak pengguna internet berpikir dua kali sebelum menebar komentar negatif.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓