Menkominfo Ralat Target Merdeka Sinyal 2020

Oleh Andina Librianty pada 05 Feb 2020, 16:35 WIB
Diperbarui 05 Feb 2020, 16:35 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate
Perbesar
Menkominfo Johnny G. Plate. Liputan6.com/Andina Librianty

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, meralat target Indonesia merdeka sinyal pada 2020. Pemerintah masih akan terus membangun infrastruktur telekomunikasi secara berkelanjutan.

Kemkominfo di era Menkominfo Rudiantara, menggadang-gadang Indonesia sudah merdeka sinyal pada tahun ini. Artinya, seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau jaringan telekomunikasi.

Hal ini diwujudkan dengan berbagai program pemerintah termasuk pembangunan BTS USO dan program Palapa Ring.

Menurut Johnny, pemerintah memang sudah membangun infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah, mulai dari kota hingga kabupaten. Namun, bukan berarti tugas pemerintah untuk memerdekakan sinyal selesai pada tahun ini.

"Pemerintah, saya tentu mengusulkan merdeka sinyal menjadi perjuangan bersama kita. Tahun 2020 yang membatasi satu kurun waktu kita hapus, sehingga menjadi relevan dengan semua usaha kita untuk memerdekakan sinyal tidak saja di kabupaten, tapi sampai di wilayah, di mana masyarakat itu ada secara berkelanjutan," jelas Johnny dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR RI di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

 

2 dari 2 halaman

Tambahan Pembangunan BTS

BTS Dibangun di Daerah Terpencil
Perbesar
Sebuah menara BTS dibangun di Puncak Kawah ijen, Banyuwangi, Selasa (3/7). Pemasangan menara BTS tersebut dilakukan dalam rangka mendukung target kunjungan turis asing sebesar 17 juta pada tahun 2018. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Visi merdeka sinyal 2020 yang dicanangkan Kemkominfo sebelumnya, kata Johnny, sebenarnya sudah dicapai melalui program pemerintah terdahulu dengan membangun infrastruktur di 57 kabupaten atau di wilayah 3T. Tugas pemerintah soal merdeka sinyal tak berhenti sampai di situ.

"Misalnya nanti ada tambahan pembangunan BTS yang kita rencanakan sampai 2024. Setelah 2024 ada pembangunan satelit, demikian juga operator seluler untuk meningkatkan kualitas misalnya dari 3G ke 4G, ini kan terus dilakukan pembangunan dalam memerdekakan sinyal," jelasnya.

"Jadi tdak terbatas, tidak hanya sampai tahun 2024, tapi beyond 2024 juga dilakukan karena program menyediakan fasilitas telekomunikasi terus berlanjut," ungkap Johnny.

(Din)

Lanjutkan Membaca ↓