Keren, Gamer Fortnite Mampu Lunasi Pinjaman Pendidikan Ibunda

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 30 Jan 2020, 09:31 WIB
Diperbarui 30 Jan 2020, 09:31 WIB
Gim Fortnite di Galaxy Note 9
Perbesar
Gim Fortnite di Galaxy Note 9 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Liputan6.com, Jakarta - Bukan rahasia lagi, main gim kini bisa menghasilkan banyak uang. Apalagi kalau pemainnya sudah berstatus gamer profesional.

Belum lama ini diberitakan, gamer Fortnite profesional Aydan Conrad berhasil melunasi pinjaman pendidikan (student loan) sang ibu berkat main gim ini.

Mengutip Ubergizmo, Kamis (30/1/2020), keberhasilan membayar utang sang ibu berkat permainan Fortnite yang telah dilakukannya.

Conrad memakai kebolehannya main gim untuk melunasi pinjaman pendidikan sang ibu ditambah dengan live steraming seluruh permainan agar bisa disaksikan para followers-nya.

Karena dukungan para pengikutnya, Conrad berhasil menghasilkan cukup uang untuk melunasi utang tersebut.

Diperkirakan, Conrad telah memperoleh hadiah senilai lebih dari USD 160 ribu selama berkarier sebagai gamer Fortnite profesional.

Selain itu, Conrad juga merupakan pembuat konten di Twitch yang selalu mendapatkan penghasilan dari sana.

2 dari 3 halaman

Sang Ibu Tak Percaya

Fortnite Battle Royale, semakin populer setelah muncul versi android dan iOS
Perbesar
Fortnite Battle Royale, cabang e-sports pertama yang dilirik pihak militer Amerika Serikat.

Sekadar informasi, mulanya ibunda Conrad skeptis anaknya tidak bisa membayar student loan-nya. Pasalnya, pinjaman tersebut bukanlah utang federal. Ibunya berpikir, student loan tak boleh dibayar oleh orang lain, padahal ternyata bisa.

Tidak disebutkan berapa banyak sisa utang sang ibu, namun banyak orang menganggap, pinjaman pendidikan bisa sangat membebani secara finansial.

3 dari 3 halaman

Tentang Student Loan

utang-indonesia-121106b.jpg
Perbesar
Ilustrasi utang

Menurut Departemen Pendidikan Amerika Serikat, diperkirakan ada 42,9 juta peminjam di AS yang bertanggung jawab atas USD 1,5 triliun student loan.

Jumlah tersebut tentu merupakan angka yang banyak, apalagi jika digabungkan dengan komitmen lain seperti hipotek, tagihan, dan lain-lain.

Jumlahnya bisa jadi sangat mustahil untuk dilunasi secara sekaligus.

(Tin/Ysl)

 

Lanjutkan Membaca ↓