Facebook Minta Maaf Gara-Gara Salah Terjemahkan Nama Presiden Xi Jinping

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 20 Jan 2020, 18:32 WIB
Diperbarui 20 Jan 2020, 18:32 WIB
Presiden China Xi Jinping bersama dengan penasehat negara Myanmar Aung San Suu Kyi.
Perbesar
Presiden China Xi Jinping bersama dengan penasehat negara Myanmar Aung San Suu Kyi.(Source:AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Facebook harus meminta maaf kepada Tiongkok gara-gara salah menerjemahkan nama Presiden Xi Jinping dalam bahasa Burma ke Inggris.

Ceritanya, perusahaan media sosial asal Amerika Serikat ini melakukan kesalahan memalukan gara-gara alat penerjemah bahasanya.

Ini terjadi saat ada artikel berbahasa Burma yang bercerita tentang kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Myanmar dan pertemuan dengan presiden Myanmar Aung San Suu Kyi. Mereka menandatangani kesepakatan infrastruktur bernilai miliaran dolar AS.

Namun, alat penerjemah milik Facebook menerjemahkan nama Xi Jinping menjadi "Mr Sh*th*l*" di laman Facebook milik situs berita The Irrawaddy dan laman Facebook Aung San Suu Kyi.

"Mr. Sh*th*l*, Presiden Tiongkok datang pukul 4 sore," demikian salah satu unggahan dari bahasa Burma yang telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, sebagaimana dikutip dari Financial Times, Senin (20/1/2020).


Sudah Diperbaiki

Facebook
Perbesar
Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)

Baru pada hari Sabtu, Facebook mengatakan telah memperbaiki masalah teknis ini.

"Kami telah memperbaiki masalah teknis yang menyebabkan kesalahan terjemahan dari bahasa Burma ke bahasa Inggris di Facebook," kata perusahaan.

Perusahaan juga mengambil langkah untuk memastikan kesalahan ini tidak terjadi lagi.

"Dengan kerendahan hati, kami meminta maaf karena masalah ini," ujar perusahaan lebih lanjut.

Facebook juga mengatakan terus melakukan investigasi dan mengonfirmasi bahwa kesalahan terjadi karena "alat penerjemah yang keliru."


Kesalahan di Alat Penerjemah Facebook

Mark Zuckerberg
Perbesar
Mark Zuckerberg, Founder sekaligus CEO Facebook, banyak disalahkan sebagian pihak karena membiarkan penggunanya membagikan tautan berita hoax di Facebook. (Doc: Wired)

Sekadar informasi, data terjemahan bahasa Burma milik Facebook tidak memuat nama Mr Xi Jinping.

Oleh karena itu, saat sistem menemukan kata-kata yang tidak ada dalam model bahasanya, alat ini membuat prediksi dan menggantinya dengan kata-kata yang memiliki suku kata yang mirip.

Saat blunder ini diketahui, Facebook menyebut telah menguji berbagai kata yang dimulai dengan huruf "xi" dan "shi" dalam bahasa Burma. "xi" dan "shi" menggunakan karakter yang sama dan diterjemahkan sebagai "sh*th*l*" dalam bahasa Inggris.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya